Majalah Bongkar Edisi Web Site

Wednesday
Sep 08th
Home Advertorial Bulungan Petani Harapkan “Nextbase Road”
Petani Harapkan “Nextbase Road” PDF Cetak E-mail
Jumat, 24 Juli 2009 12:14
Keputusan Pemerintah Kabupaten Bulungan menetapkan teknologi nextbase road (jalan berbasis pondasi) bagi kepentingan jalan produksi petani di daerahnya, menemui kendala.

TIDAK mudah membangun daerah Bulungan. Kondisi daerah yang masih pedalaman dan sulit ditembus jalan, membuat pemerintah di sana terus berkreasi mengatasinya. Salah satunya dengan cara memilih teknologi pembangunan jalan yang dianggap tepat guna agar anggaran bisa dihemat.

Sejak tahun 2008, Dinas Pekerjaan Umum Bulungan memilih menggunakan teknologi nextbase road untuk menjawab harapan para petani yang selalu mengalami kesulitan memasarkan hasil produksi, karena kondisi jalan masyarakat di sana yang sangat parah. Uji cobanya pada jalan produksi sepanjang 50 kilometer yang melintasi 7desa, masing-masing Desa Sekatak, Pimping, Karang Agung, Klubir, Panca Agung (Tanjung Palas Utara) dan Tanjung Agung (Tanjung Palas Timur).

Nextbase Road merupakan pembuatan jalan yang tidak menggunakan batu, tapi cukup memakai tanah di lokasi. Setelah ditata menggunakan alat berat kemudian tanah dicampur bahan kimia supaya mengeras dan mirip beraspal. Dengan teknologi itu, selain hemat biaya juga menjamin jalan bebas debu, tidak beracun serta aman bagi lingkungan.

Tapi bukan tidak ada persoalan setelah memilih teknologi tersebut. Sebab, praktik di lapangan ditemukan berbagai hambatan. Mulai dari kontraktor yang mengerjakan jalan meragukan, juga bahan baku yang sulit didatangkan ke lokasi. Apalagi kalau bahan baku nextbase road didatangkan dari luar negeri seperti Malaysia yang banyak terbentur oleh prosedur barang impor.

“Memang banyak sekali hambatan di lapangan yang mesti ditangani,” ujar Sujadi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Bulungan kepada BONGKAR! di ruang kerjanya, belum lama ini.

Proyek multiyears (tahun jamak) yang dimulai tahun 2008 lalu itu ditargetkan bisa selesai pada tahun 2010. Namun dari kondisi lapangan yang sedang terjadi, ia meragukannya.

Keraguan tersebut karena di antara tujuh lokasi sasaran proyek nextbase road yang telah dianggarkan oleh pemerintah pada tahun anggaran 2008 lalu, hanya satu lokasi yang sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor pelaksananya, yakni di Desa SP 4 Sajau. Dimana pekerjaan tersebut baru dikerjakan sepanjang satu setengah kilometer dari enam kilometer yang dikerjakan.

Kendalanya, diakui Sujadi, pertama menyangkut bahan baku material yang dibutuhkan adalah impor alias dari luar negeri (baca Malaysia,red), tentu saja untuk mendatangkannya ke Bulungan juga terbilang sulit. Lantaran harus melalui pengecekan dan pengawasan dari instansi yang berwenang. Apalagi bahan baku nextbase itu adalah cairan kimia yang apabila digunakan disiram langsung ke tanah, harus diperhitungkan dari sisi AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan).

Selain kendala bahan baku, menurut Sujadi, ada juga menyangkut kredibilitas dan kapabilitas oknum kontraktor yang mendapatkan proyek pekerjaan tersebut. Sebab, walaupun sudah selesai proses lelang, ternyata hanya satu kontraktor yang memperlihatkan kesungguhannya mengerjakan proyek tersebut.

Sementara kontraktor lain yang mengerjakan proyek tersebut di beberapa lokasi sasaran lainnya belum ada kegiatan. Oleh sebab itu pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten  Bulungan melalui PPTK (Pejabat Pengelola Tekhnis Kegiatan) proyek berupaya menyurati beberapa orang oknum kontraktor pelaksana proyek, agar mereka secepatnya action mengerjakan proyek tersebut.

“Setahu saya yang sudah mulai mengerjakan proyek next base Road ini baru di Desa SP 4 Sajau, “ jelasnya.

Siapa saja PPTK (Pejabat Pengelola Tekhnis Kegiatan) proyek yang dipercaya menangani proyek nextbase road ini? Menurut Kabid Bina Marga PU ini, ada tiga orang staf yang dipercaya, yaitu Bihairin, Subhan dan Erwin. Dinas PU Bulungan dalam menunjuk seorang PPTK memiliki kriteria-kriteria yang dibutuhkan. Artinya PNS yang mendapat kehormatan untuk menjadi seorang PPTK, sudah dianggap mumpuni dan professional dibidangnya.

Secara terpisah Bihairin salah satu PPTK proyek nextbase di Desa Sajau ketika disambangi BONGKAR! dikediamannya mengungkapkan, di lapangan perusahaan yang terlihat bersungguh-sungguh adalah kontraktor PT Swadaya Bhakti. Berbeda dengan Sujadi, ia justru optimistis pengerjaan tersebut selesai tepat waktu. Dari seratus persen pekerjaan yang dikerjakan saat ini, sudah selesai sebanyak dua puluh delapan persen sepanjang enam kilometer itu. Sedangkan dana yang telah dicairkan oleh pemerintah kepada PT. Swadaya Bakti sebesar Rp 1,9 Miliar.

“Jumlah dua puluh delapan persen ini ini sesuai hasil perhitungan peninjauan lapangan pada bulan Juni yang lalu,“ kata Bihairin, seraya menambahkan bahwa saat ini sudah ada penambahan volume pekerjaan oleh PT Swadaya Bhakti.

Ditanya kegunaan dan efektifitas penyiraman nextbase dibandingkan menggunakan agregat,  menurut Bihairin yang juga salah PPTK yang cukup berpengalaman dijajaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bulungan ini, bahwa dari segi efisiensi anggaran penyiraman nextbase road lebih murah bila dibandingkan dengan agregat. Soalnya, kata dia, bila menggunakan agregat kita masih perlu menunggu beberapa lama lagi hingga urugan atau agregat dimaksud menjadi keras dan siap dihotmix.

Dengan menggunakan teknologi penyiraman nextbase road hanya perlu waktu yang tidak seberapa lama, maka proses pengaspalan dengan menggunakan hotmix sudah bisa dilaksanakan. *advertorial, sahrians

 

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Masih Asing di Bulungan

 

PENGGUNAAN nextbase road masih asing bagi Pemkab Bulungan. Itu sebabnya tidak terlalu mengherankan kalau akhirnya para kontraktor tidak terlalu menguasai dan mengakibatkan realisasi terhambat.

 

Namun hal tersebut tak boleh menjadi alasan para kontraktor, sebab kebutuhan masyarakat sangat tinggi, agar hasil pertanian bisa dipasarkan melalui jalan tersebut. Itu sebab, sejak dicanangkan melalui anggaran tahun 2008, Bupati Bulungan Budiman Arifin turun langsung melihat hasil pekerjaan di lokasi Tanjung Agung pada bulan Pebruari 2009 lalu.

Di Tanjung Agung, nextbase road yang dibangun sepanjang 7 kilometer dengan lebar 5 meter dengan anggaran sebesar Rp5,3 miliar. Ketika itu bupati berpesan kepada kontraktor untuk menanam pohon di pinggir jalan yang dibangun itu.

Nextbase road system adalah teknologi baru peningkatan jalan “serupa aspal”, tanpa menggunakan batu dan tanpa dibakar. Produk ini sudah dijadikan acuan dan panduan oleh pemerintah pusat, khususnya Departemen Pertanian untuk Pengembangan Jalan Produksi. *advertorial, sahriansyah

 

 

 

BONGKAR! Magazine on Facebook

Kutipan

 

 

 Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)

Advs

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini175
mod_vvisit_counterbulan ini2435
mod_vvisit_counterSemua hari187539

Polling Cawali dan wawali Samarinda

Siapa pilihan Anda, calon Walikota dan Wawali Samarinda periode 2010-2015?
 

Edisi Cetak

EDISI 173: 16 Agustus 2010

Khas Kaltim





Cerita Khas Johansyah Balham

Aji Raden Serif

Selengkapnya...

 

Buku membongkar gurita cikeas

Download di sini


Cover Edisi 169














Edisi 169: 19 Juli 2010

Cover Edisi 170














Edisi 170:
26 Juli 2010

Cover Edisi 171














Edisi
171: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 172














Edisi 172: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 173














Edisi 173: 16 Agustus  2010