|
Senin, 22 Desember 2008 12:12 |
|
Pemkot Balikpapan hanya mengalokasikan dana pemuatan berita advertorial, iklan dan pengumuman Rp 75 juta rupiah. Pemuatannya pun hanya untuk media harian. KALANGAN media massa cetak mau pun elektronik merasa ‘dianaktirikan’ oleh Pemkot Balikpapan. Itu terkait alokasi anggaran Pemkot untuk pemuatan berita advertorial, iklan dan pengumuman yang hanya Rp 75 juta selama tahun 2008. Ironisnya, alokasi anggaran itu seolah ‘diborong’ oleh penerbitan harian, padahal ada banyak media cetak terbitan daerah mau pun nasional yang eksis dan perlu dibantu. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Korupsi DAK di Disdik Balikpapan |
PDF |
Array Cetak Array |
E-mail |
|
Senin, 01 Desember 2008 14:34 |
|
Kejaksaan Balikpapan memproses dua tersangka korupsi di Disdik Balikpapan, setelah Bawaskot mengaudit penggunaan DAK (Dana Alokasi Khusus) di sana. ADA apa Disdik Balikpapan? Oo, pertanyaan itu yang membuat aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan tidak diam. Mereka memang sudah mencium adanya ketidakberesan pengelolaan DAK di lingkungan dinas itu. Tapi, aparat berbaju cokelat ini tidak drastis melakukan penyelidikan, kecuali menugaskan Badan Pengawas Kota (Bawaskot) mengaudit beberapa kegiatan pembangunan gedung dan fasilitas sekolah negeri. |
|
Selanjutnya...
|
|
Raperda Walet Balikpapan Buntu |
PDF |
Array Cetak Array |
E-mail |
|
Sabtu, 08 November 2008 12:33 |
Pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Kota Balikpapan tentang perizinan burung walet sudah lama mengalami kebuntuan. BALIKPAPAN termasuk kota metropolitan, tapi bukan berarti tidak ada potensi liur burung walet di sana. Nah, agar unit usaha itu dilindungi hukum, sekaligus ada pendapatan daerah maka diusulkan agar ada peraturan daerahnya. Hanya saja, entah apa penyebabnya hingga saat ini pembahasannya belum rampung walau sudah memasuki akhir anggaran triwulan ketiga tahun 2008. Padahal, akibat belum ada aturan itu memberikan dampak ekonomis terhadap upaya peningkatan pendapatan daerah. Karena sarang walet sudah dipanen namun penarikan pendapatan belum bisa dilakukan. Kepala Kantor Badan Perizinan & Investasi Daerah (BPID), Suryanto kepada BONGKAR! mengakui status perizinan IMB (izin mendirikan bangunan) sarang walet, sejak terbitnya surat Sekda Juli 2008 lalu, tidak ada lagi IMB yang diberikan untuk usaha sarang burung. ”Sudah di stop untuk mengantisipasi semakin banyaknya sarang burung walet di dalam kota,” ujar Suryanto. |
|
Selanjutnya...
|
|
Sekolah pun Pasang CCTV |
PDF |
Array Cetak Array |
E-mail |
|
Sabtu, 08 November 2008 12:10 |
Pelajar sekolah negeri di Balikpapan semakin tak bisa bebas saja. Sebab, gerak-geriknya di beberapa tempat bakal termonitor. CLOSED Circuit Television (CCTV) di berbagai tempat perbelanjaan seperti mall, supermarket dan pertokoan sudah tidak asing lagi kita temui. Termasuk di berbagai perkantoran instansi pemerintah, BUMN, Markas TNI, Polri dan swasta. Di perkantoran, alat pantau CCTV biasanya ditempatkan di ruang tunggu tamu pejabat. Sehingga pejabat yang bersangkutan langsung bisa melihat melalui layar televisi CCTV apakah banyak atau sedikit tamu sedang antre berurusan dengan dirinya. |
|
Selanjutnya...
|
|
Buruh Pelabuhan Balikpapan Dapat THR |
PDF |
Array Cetak Array |
E-mail |
|
Rabu, 24 September 2008 13:23 |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim Feri Mei Efendi
BALIKPAPAN - SEBANYAK 891 buruh di Pelabuhan Semayang mendapat tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp 1.100.000 per orang dari Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Balikpapan, Kalimantan Timur. Tunjangan ini diharapkan bisa membantu para buruh untuk berlebaran dengan keluarganya.
Staf Koperasi TKBM Andi Ambo AS, menuturkan, THR biasa diberikan setiap tahun menjelang Lebaran kepada seluruh buruh di pelabuhan Semayang. "Mudah-mudahan bisa membantu mereka (buruh) untuk berlebaran dengan keluarganya," kata Ambo, di Kantor TKBM Balikpapan, Rabu (24/9).
Jumlah besaran THR ini meningkat dibandingkan tahun lalu, hanya sebesar Rp 850 ribu. "Kalau tahun lalu 850 ribu, sedangkan sekarang Rp 1.100.000," katanya. Suharno salah satu buruh bongkar muat pelabuhan mengaku senang mendapat THR.
Suharno bahkan akan langsung membawa anaknya untuk membeli baju Lebaran. Hingga berita ini diturunkan para buruh masih antre untuk mendapatkan THR.(*) |
|
|
|
|
|