| Bulungan Desak Kaltara Tuntas 2009 |
|
|
|
| Ditulis oleh arya | |||
| Rabu, 29 Oktober 2008 12:41 | |||
Derasnya tuntutan dan keinginan untuk mewujudkan Propinsi Kalimantan Utara kian mengkristal dihati masyarakat Utara Kaltim. Target, tahun 2009 tuntas.
PESTA rakyat Irau Bulungan 2008 telah berakhir. Di sela berbagai atraksi dan pameran pembangunan, sebagian warga di kabupaten itu tetap berharap provinsi baru Kaltara segera diwujudkan. Bagi warga Kabupaten Bulungan yang menginginkan menjadi ibukota Kaltara, perwujudan pemisahan diri dari induk Kalimantan Timur adalah kebutuhan yang telah mendesak. Mengingat masih tertinggalnya pembangunan di kawasan daerah yang bakal menjadi bagian provinsi Kaltara. Daerah-daerah itu adalah Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Malinau, Tana Tidung dan Nunukan. H Budiman Arifin, Bupati Bulungan dalam sambutannya saat acara penutupan Birau Bulungan tahun 2008 secara tegas mendesak PjGubernur Kaltim Tarmizi A Karim ikut mensuarakan agar secepatnya menggedor hati nurani para petinggi di pemerintah pusat, secepatnya mengesahkan propinsi Kalimantan Utara. Sebab semua persyaratan telah terpenuhi, tinggal mensahkan menjadi sebuah undang-undang pembentukan sebuah propinsi baru di Indonesia. “Kalau isu dari pusat bahwa perwujudan pengesahan undang-undang propinsi Kalimantan Utara dilaksanakan pada tahun 2010 yang akan datang, sebaiknya dibatalkan saja. Karena pengesahan Kaltara pada tahun 2009 adalah harga mati bagi masyarakat utara Kaltim saat ini,“ kata Budiman mantap. Alasanya, lanjut orang nomor satu di Bulungan ini, apabila pengesahan Kaltara dilaksanakan oleh DPR RI pada tahun 2010 yang akan datang, hal tersebut mustahil. Karena pada tahun tersebut anggota DPR RI yang ada saat ini sudah berganti dengan orang yang baru paska Pemilu legislative tahun 2009 dilaksanakan nanti. Sementara Pj Gubernur Kaltim Tarmizi A Karim dalam sambutannya menanggapi desakan pemerintah dan masyarakat Kaltara mengatakan, semua elemen yang ada di utara Kaltim hendaknya bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Artinya lanjut Pj. Gubernur yang juga putera Aceh ini, terwujudnya segala sesuatu tak lain adalah sebuah restu dari Tuhan yang Maha Kuasa. Di bagian lain, apabila kita menyimak keinginan warga Kalimantan Timur bagian utara untuk membentuk sebuah propinsi sendiri tampaknya mempunyai alasan yang cukup masuk akal. Terutama bila ditinjau dari segi percepatan pembangunan dan percepatan sumber daya manusia dalam arti luas antara wilayah utara Kaltim dan wilayah Selatan (baca Bulungan, Berau, Tarakan, Malinau dan Nunukan) sangat tidak seimbang. Contoh konkretnya seperti dibidang pembangunan infrastruktur, bila wilayah selatan Kaltim sudah memiliki bandara dan pelabuhan peti kemas bertaraf internasoinal, sementara di wilayah utara Kaltim hanya berupa bandara dan pelabuhan kelas perintis saja. Apabila di wilayah selatan sudah memiliki sebuah universitas yang mampu bersaing dengan universitas lainnya direpublik ini, diselatan tampaknya hanya memiliki perguruan tinggi swasta yang hanya berstatus teraktreditasi. Berangkat dari sanalah keinginan untuk membentuk sebuah propinsi sendiri tersebut kian menggebu-gebu dihati setiap orang yang mendiami bumi utara Kaltim saat ini. “Kami sudah seharusnya mengurus rumah tangga kami sendiri, saat ini kami sudah ‘dewasa’. Seyogyanyalah pemerintah propinsi Kaltim mendukung penuh perjuangan kami untuk membentuk propinsi Kaltara baik secara moral maupun pinansial, “ ujar Mulyadi salah satu tokoh permuda Bulungan *sahriansyah
|
|||
| LAST_UPDATED2 |
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 137 |
![]() | bulan ini | 2397 |
![]() | Semua hari | 187501 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



