| Molornya Proyek Salimbatu |
|
|
|
| Ditulis oleh arya | |||
| Kamis, 02 April 2009 12:09 | |||
Proyek pembangunan jembatan Salimbatu diakui terlambat. Gara-garanya ruas jalan Tanjung Palas – Salimbatu rusak parah..
RUAS jalan penghubung Tanjung Palas – Salimbatu, Bulungan, terkesan tak pernah tuntas dikerjakan. Dampaknya berimbas terhadap banyak hal. Tak hanya masyarakat pengguna akses jalan yang merasa kesal, tapi harus menunda pemasangan batu tiang utama jembatan Salimbatu. Proyek jembatan itu sendiri dikerjakan oleh PT PWT (Prima Warna Tama). Jalan Tanjung Palas – Salimbatu memang rusak parah. Jangankan dipoles aspal mulus seperti ruas-ruas jalan di perkotaan, akses ke daerah pedalaman dan perbatasan itu hanya sebatas jalan tanah. Itu pun terdapat beberapa bagian yang longsor. Sangat menyulitkan armada berat masuk. Tak heran pula kalau PWT kesulitan memulai pekerjaan proyek lantaran tak bisa mengangkut material ke lokasi. Iman, misalnya, salah satu pekerja kontraktornya sempat kesal. Mengeluh adanya sorotan warga yang tahunya menuding keterlambatan pembangunan jembatan di atas sungai Pimping itu. Padahal, urainya, hambatan keterlambatan bukan kinerja perusahaan tapi kondisi jalan. “Bagaimana mungkin kami memulai pekerjaan, kalau material saja tak bisa masuk ke lokasi,” ujarnya saat berbincang dengan BONGKAR!. Pengerjaan proyek baru bisa dimulai kalau proses pengurugan badan jalan sepanjang 100 meter itu sudah selesai. Ia pun mengaku, pihaknya harus melakukan penimbunan oprit jembatan.secara teknis sebelum memasang batu tiang utama pada titik nol. Sayangnya, penimbunan baru bisa dilakukan kalau kondisi jalan sudah paten. “Kalau kita tetap ngotot memaksa mengerjakan, dikuatirkan batu tiang utama jembatan akan miring,” ujarnya. Di bagian lain, Iman pun mengaku adanya keterlambatan pengiriman material dari Pulau Jawa. Terutama bantuan rangka baja dari Departemen PU. “Kita semua tahu kalau perairan Indonesia sedang tidak bagus. Banyaknya gelombang tinggi itu turut memicu lambannya pekerjaan jembatan Salimbatu,” ucap Iman seraya menimpali, persoalannya sekarang harus diarahkan ke pengurugan bagian jalan yang longsor. Di bagian lain, Dinas PU dan Binamarga Bulungan telah menunjuk PT TB (Tanjung Berlian) sebagai pelaksana pengurugan. Namun, kondisi cuaca yang tak bersahabat, membuat proyek pengurugan itu pun molor. ‘’Saya sudah pernah tanyakan kepada PT TB. Tapi, alasan mereka pengurugan terhambat oleh seringnya banjir dan air pasang,’’ ucap Kabid Bina Marga PU Bulungan, Sujadi. Sujadi mengakui, rusak beratnya ruas jalan Tanjung Palas – Salimbatu menjadi salah satu kendala pengerjaan jembatan Salimbatu. Begitu pula adanya keterlambatan pengiriman material bangunan dari Pulau Jawa. “Soal pengurugan itu, saya sudah tekankan kepada PT TB untuk tidak menunda-nunda pekerjaan,’’ timpalnya. Adakah persoalan lainnya? Sujadi tidak menampik. Ia membenarkan sampai saat ini masih terjadi tarik ulur soal pembebasan lahan di sana antara masyarakat pemilik perwatasan dengan pemerintah. Belum tuntasnya ganti rugi lahan itu pun membuat proyek jembatan sangat mungkin terhambat. “PU tidak tahu soal itu. Apakah misalnya ada instansi teknis yang membidangi ganti rugi tanah atau masyarakat pemilik tanah sendiri yang memang ‘mucil’. Sebab, kadang ada juga masyarakat yang seolah ambil kesempatan dalam kesempitan ketika tanahnya masuk dalam suatu proyek,’’ urainya. Terkait masih banyaknya ruas jalan di Tanjung Palas yang kondisinya rusak, Sujadi mengaku tetap berupaya maksimal memperbaikinya sesuai kemampuan anggaran. Misalnya, tahun anggaran 2009 ini, Jalan Padat Karya, Tanjung Palas Kota menuju Puskesmas Perawatan, akan ditingkatkan menjadi jalan hotmix. Begitu pula jalan menuju Desa Antutan yang kerap banjir bila musim hujan, akan ditinggikan dan dibuatkan kanal saluran pembuangan air. “Termasuk pemeliharaan jalan dari Salimbatu menuju SP V (Silvarahayu) sampai dengan SP III, Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara.,” pungkasnya. *sahriansyah
|
|||
| LAST_UPDATED2 |
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 252 |
![]() | bulan ini | 2803 |
![]() | Semua hari | 187908 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



