Majalah Bongkar Edisi Web Site

Thursday
Sep 09th
Home Daerah Malinau ‘Kucing Kucingan’ Razia PSK
‘Kucing Kucingan’ Razia PSK PDF Cetak E-mail
Senin, 15 Desember 2008 12:02
Operasi penutupan Tempat Hiburan Malam  (THM) dan pemulangan  wanita PSK (Pekerja Seks Komersial) di Malinau tak berjalan mulus.

TIM gabungan Pemkab Malinau mulai  bertindak garang. Diperkuat personel  Polisi, Satpol PP, Dinsos, Disdukcapilnaker dan Tata Pemerintahan, mereka  menggelar razia terhadap 19 buah THM,  untuk kemudian memulangkan para wanita penghibur yang terjaring. Tapi, upaya mereka membersihkan Malinau dari praktik prostitusi itu  seolah main ‘kucing kucingan’ dengan PSK.

Buktinya?  Operasi  pembersihan hari Kamis itu,  11 Desember 2008,  tim terpadu ini hanya menjaring 10 orang PSK.  Padahal,  dua hari sebelumnya,  ketika tim melakukan pendataan ulang telah tercatat sebanyak 103 orang PSK  yang beroperasi di THM dan hotel hotel. Itu  artinya, ada  93 orang  PSK yang  lolos  atau  mereka  berhasil mengelabui  tim.

Kenapa razia gabungan ini terkesan gagal? Mungkinkah sebagian unsur tim  bentukan Pemkab Malinau itu tidak kompak, atau memang ada segelintir oknum yang sengaja membocorkan rencana pembersihan itu? Sejauh ini memang belum diketahui persis persoalannya.  Namun, 10 orang wanita malam yang  terjaring itu  sudah dipulangkan oleh tim gabungan ke daerah asalnya.

Mereka itu diberangkatkan dengan speed boat dari Malinau menuju Tarakan. Selanjutnya dari Tarakan diterbangkan dengan pesawat menuju tempat asalnya, dengan pengawalan ketat petugas Satpol PP, Kepolisian dan Dinas Sosial.  Umumnya  para wanita  itu dipulangkan ke daerah asalnya di Jawa Timur.

Razia pembersihan wanita malam ini dilakukan oleh  tim dengan  mendatangani  tempat tempat operasional mereka. Celakanya, dari 19 buah THM yang tersebar di kabupaten Malinau, tim hanya  menjaring 6 orang  PSK.  Tidak diketahui  persis kemana mereka bersembunyi  atau  memang  sengaja  disembunyikan oleh oknum tertentu. Yang pasti, ketika tim datang ‘mengobrak abrik’ semua THM,  nyaris  tak menemukan batang hidungnya, kecuali yang ada hanya pemiliknya.

Mengetahui buruannya sudah keluar ’sarang’  tim  pun bergerak cepat  melacak ke sejumlah hotel dan penginapan. Hasilnya?  Tim gabungan itu menjaring 3 PSK di penginapan Chery, Jalan Raja Pandita, Malinau,  dan langsung diangkut petugas. Kemudian pelacakan diteruskan ke sejumlah penginapan lainnya di kecamatan Malinau Kota. Tapi, hasilnya nyaris nihil. Hanya  satu PSK berusia sekitar 30 tahun  yang terjaring di penginapan Jalan Panembahan.

Bagaimana dengan di losmen dan penginapan lainnya?  Di losmen Handayani dan penginapan Wira Dharma, misalnya, tim sama sekali tidak menemukan batang hidung para pelacur itu.  Sedang di  Hotel Cahaya, tim hanya menemukan identitas seorang wanita penghibur yang menginap,  tapi sudah keburu check out sejak pagi sebelumnya.

Di bagian lain, Fores,  salah seorang pemilik Bukit Indah Karaoke melukiskan,   para wanita malam di tempatnya sudah menghilang sejak hari Rabu, 10 Desember 2008, atau sehari sebelum razia.  Fores pun enggan menjelaskan kemana mereka.  “Mereka  sudah pergi semua. Yang jelas, mereka sudah bubar dari sini.  Apakah mereka pulang atau sembunyi di mana, aku nggak tahu,’’ ujarnya  seraya menambahkan kepada wartawan “kalau mau memulangkannya, silakan  urus saja sendiri.’’

Benarkah operasi pembersihan  wanita malam itu gagal? Kepala Satpol PP Malinau sendiri,  Giram Barshobedie enggan berkomentar. Dia pun seolah berpikir dan berusaha mencari jalan terbaik ke depan. ’’Untuk sementara, tim  berkonsentrasi   pada PSK yang dipulangkan. Sedang  para PSK yang  melarikan diri  dan dimungkinkan masih berkeliaran di Malinau,  kami akan membereskannya setelah proses pumulangan mereka itu selesai,’’ ujarnya kepada BONGKAR!.

Giram Barshobedie berulang ulang menyatakan, pihaknya masih konsentrasi terhadap pemulangan 10 pelacur yang terjaring.  Pasalnya, biaya pemulangan mereka itu juga sampai ke daerah asalnya  sepenuhnya menjadi tanggungan Pemkab Malinau. ’’Nah, kalau proses pemulangan awal  mereka itu sudah beres, baru  kita lihatlah nanti. Yang pasti,  seberapa lama sih mereka itu (PSK, Red) bisa bertahan di tempat persembunyiannya,’’  ujar Giram dengan nada pasti.*** david arman

 

BONGKAR! Magazine on Facebook

Kutipan

 

 

 Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)

Advs

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini236
mod_vvisit_counterbulan ini2787
mod_vvisit_counterSemua hari187891

Polling Cawali dan wawali Samarinda

Siapa pilihan Anda, calon Walikota dan Wawali Samarinda periode 2010-2015?
 

Edisi Cetak

EDISI 173: 16 Agustus 2010

Khas Kaltim





Cerita Khas Johansyah Balham

Aji Raden Serif

Selengkapnya...

 

Buku membongkar gurita cikeas

Download di sini


Cover Edisi 169














Edisi 169: 19 Juli 2010

Cover Edisi 170














Edisi 170:
26 Juli 2010

Cover Edisi 171














Edisi
171: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 172














Edisi 172: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 173














Edisi 173: 16 Agustus  2010