| ‘Kucing Kucingan’ Razia PSK |
|
|
|
| Senin, 15 Desember 2008 12:02 | |||
|
Operasi penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) dan pemulangan wanita PSK (Pekerja Seks Komersial) di Malinau tak berjalan mulus. TIM gabungan Pemkab Malinau mulai bertindak garang. Diperkuat personel Polisi, Satpol PP, Dinsos, Disdukcapilnaker dan Tata Pemerintahan, mereka menggelar razia terhadap 19 buah THM, untuk kemudian memulangkan para wanita penghibur yang terjaring. Tapi, upaya mereka membersihkan Malinau dari praktik prostitusi itu seolah main ‘kucing kucingan’ dengan PSK. Buktinya? Operasi pembersihan hari Kamis itu, 11 Desember 2008, tim terpadu ini hanya menjaring 10 orang PSK. Padahal, dua hari sebelumnya, ketika tim melakukan pendataan ulang telah tercatat sebanyak 103 orang PSK yang beroperasi di THM dan hotel hotel. Itu artinya, ada 93 orang PSK yang lolos atau mereka berhasil mengelabui tim. Kenapa razia gabungan ini terkesan gagal? Mungkinkah sebagian unsur tim bentukan Pemkab Malinau itu tidak kompak, atau memang ada segelintir oknum yang sengaja membocorkan rencana pembersihan itu? Sejauh ini memang belum diketahui persis persoalannya. Namun, 10 orang wanita malam yang terjaring itu sudah dipulangkan oleh tim gabungan ke daerah asalnya. Mereka itu diberangkatkan dengan speed boat dari Malinau menuju Tarakan. Selanjutnya dari Tarakan diterbangkan dengan pesawat menuju tempat asalnya, dengan pengawalan ketat petugas Satpol PP, Kepolisian dan Dinas Sosial. Umumnya para wanita itu dipulangkan ke daerah asalnya di Jawa Timur. Razia pembersihan wanita malam ini dilakukan oleh tim dengan mendatangani tempat tempat operasional mereka. Celakanya, dari 19 buah THM yang tersebar di kabupaten Malinau, tim hanya menjaring 6 orang PSK. Tidak diketahui persis kemana mereka bersembunyi atau memang sengaja disembunyikan oleh oknum tertentu. Yang pasti, ketika tim datang ‘mengobrak abrik’ semua THM, nyaris tak menemukan batang hidungnya, kecuali yang ada hanya pemiliknya. Mengetahui buruannya sudah keluar ’sarang’ tim pun bergerak cepat melacak ke sejumlah hotel dan penginapan. Hasilnya? Tim gabungan itu menjaring 3 PSK di penginapan Chery, Jalan Raja Pandita, Malinau, dan langsung diangkut petugas. Kemudian pelacakan diteruskan ke sejumlah penginapan lainnya di kecamatan Malinau Kota. Tapi, hasilnya nyaris nihil. Hanya satu PSK berusia sekitar 30 tahun yang terjaring di penginapan Jalan Panembahan. Bagaimana dengan di losmen dan penginapan lainnya? Di losmen Handayani dan penginapan Wira Dharma, misalnya, tim sama sekali tidak menemukan batang hidung para pelacur itu. Sedang di Hotel Cahaya, tim hanya menemukan identitas seorang wanita penghibur yang menginap, tapi sudah keburu check out sejak pagi sebelumnya. Di bagian lain, Fores, salah seorang pemilik Bukit Indah Karaoke melukiskan, para wanita malam di tempatnya sudah menghilang sejak hari Rabu, 10 Desember 2008, atau sehari sebelum razia. Fores pun enggan menjelaskan kemana mereka. “Mereka sudah pergi semua. Yang jelas, mereka sudah bubar dari sini. Apakah mereka pulang atau sembunyi di mana, aku nggak tahu,’’ ujarnya seraya menambahkan kepada wartawan “kalau mau memulangkannya, silakan urus saja sendiri.’’ Benarkah operasi pembersihan wanita malam itu gagal? Kepala Satpol PP Malinau sendiri, Giram Barshobedie enggan berkomentar. Dia pun seolah berpikir dan berusaha mencari jalan terbaik ke depan. ’’Untuk sementara, tim berkonsentrasi pada PSK yang dipulangkan. Sedang para PSK yang melarikan diri dan dimungkinkan masih berkeliaran di Malinau, kami akan membereskannya setelah proses pumulangan mereka itu selesai,’’ ujarnya kepada BONGKAR!. Giram Barshobedie berulang ulang menyatakan, pihaknya masih konsentrasi terhadap pemulangan 10 pelacur yang terjaring. Pasalnya, biaya pemulangan mereka itu juga sampai ke daerah asalnya sepenuhnya menjadi tanggungan Pemkab Malinau. ’’Nah, kalau proses pemulangan awal mereka itu sudah beres, baru kita lihatlah nanti. Yang pasti, seberapa lama sih mereka itu (PSK, Red) bisa bertahan di tempat persembunyiannya,’’ ujar Giram dengan nada pasti.*** david arman
|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 236 |
![]() | bulan ini | 2787 |
![]() | Semua hari | 187891 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



