|
Bangkitlah! Pemuda Perbatasan |
|
|
|
|
Sabtu, 08 November 2008 11:04 |
Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober ke-80 tahun 2008 diperingati di Nunukan dengan inspektur upacara Bupati H Abdul Hafid Achmad. PERINGATAN Sumpah Pemuda ke-80 di halaman kantor Bupati Nunukan terasa memiliki makna tersendiri. Tak cuma dihadiri anggota veteran, unsur Muspida, TNI dan Polri, pejabat BUMN/BUMD, melainkan kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa sendiri yang memang berkepentingan. Menariknya, serimonial Sumpah Pemuda di kabupaten yang berbatasan dengan negara bagian Sabah, Malaysia Timur, itu dihiasi dengan keragaman semua suku. Ada suku Banjar, Bugis, Mandar, Bajau, Tator, Batak, Timor, Tidung, Dayak dan lainnya. Semuanya pun memakai pakaian adat dan budaya masing masing. Ini menggambarkan betapa kuatnya nuansa Kebhinnekaan bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Rabu, 29 Oktober 2008 12:21 |
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dianggap tidak cermat menyusun surat dakwaan kepada dua terdakwa, Hasan Basri dan Toyib Haryadi yang diadili di Pengadilan Negeri Nunukan. RUANG sidang utama PN Nunukan mendadak ‘diserbu’ ratusan massa. Mereka desak-desakan mencari tempat duduk, kontras dengan hari-hari biasanya yang terkesan agak lengang dan sepi. Tapi, kehadiran mereka bukan menggelar aksi demo -- terlebih membuat huru hara -- melainkan hanya menyaksikan persidangan dua terdakwa, Hasan Basri dan Toyib Haryadi. |
|
Selanjutnya...
|
|
Tentara Malaysia Blokir Sembako ke Krayan |
|
|
|
|
Rabu, 29 Oktober 2008 12:19 |
|
Puluhan warga dan pedagang Sembako lintas batas Krayan Kab Nunukan Indonesia – Bakelalan Serawak Malaysia Timur ditangkap, tidak dibolehkan membawa Sembako Malaysia. Para pedagang, kata M Sakir dari BONGKAR! yang berada di Krayan, mengeluh karena barang belanjaan untuk keperluan warga Krayan ditangkapi dan disita oleh Tentara Diraja Malaysia (TDM). Tindakan itu sudah berlangsung selama tiga bulan, sehingga mengakibatkan langkanya barang untuk konsumsi di Krayan. TDM hanya menyita barang-barang Sembako milik WNI yang melintas batas. Sedangkan pemiliknya dilepaskan lagi dan pulang dengan tangan hampa. Mereka mengaku merasa dirugikan waktu dan uang, tanpa bisa membela diri. ”Kami cuma pasrah. Tidak bisa melawan sebab di negara orang,” cerita Thomas, pedagang dari Long Bawan. |
|
Selanjutnya...
|
|
Rabu, 29 Oktober 2008 12:18 |
|
Pengerahan armada tentara oleh Malaysia di kawasan perbatasan, dibalas dengan pengerahan armada yang sama. Sedikitnya enam armada kapal perang TNI Angkatan Laut dikerahkan ke peraiaran Ambalat, wilayah utara Kaltim. SITUASI politik lokal yang memanas saat digelarnya Pilgub Kaltim 23 Oktober, kian bertambah seru dengan aksi saling provokasi alat-alat militer Malaysia dengan Indonesia di sekitar perairan Nunukan Kaltim. Kapal-kapal perang ini diturunkan untuk melakukan patroli di wilayah tersebut. "Memang kapal-kapal perang ini ditugaskan untuk meningkatkan pengamanan di wiklayah itu. Namun sebagian di antara kapal-kapal perang ini ada yang sebelumnya sedang bertugas di Ambalat," kata Komandan Lanal Balikpapan, Kolonel Laut (P), Ahmadi Heri Purwono. |
|
Selanjutnya...
|
|
Rabu, 29 Oktober 2008 12:15 |
Pengusaha Lintas Batas (PLB) Nunukan menghendaki Bea & Cukai (BC) tidak mempersulit barang masuk -- terutama bahan Sembako – yang dipasok dari Tawau, Malaysia. SUARA lantang PLB itu berhembus di Gedung DPRD Nunukan. Mereka ‘curhat’ ke wakil rakyat, lantaran aparat di daerah perbatasan ini terkesan over acting. Seolah sangat berperan mengatur perdagangan lintas batas Tawau – Nunukan seperti selama ini. Bahkan, mereka pun meminta BC tidak menaikkan biaya masuk barang asal Malaysia. ‘’Dulu, kita hanya dikenakan biaya impor Rp 500.000,- per kapal. Tapi, sekarang BC mengenakan Rp 5.000.000,- per kapal. Kenaikan 1.000 persen atau 10 kali lipat ini terasa mencekik leher kami. Mau tak mau akan berimbas ke masyarakat, karena pedagang pasti akan menaikkan harga jual barang Malaysia ,’’ ungkap wakil ketua HPLB (Himpunan Pengusaha Lintas Batas) Nunukan, H Usman, ketika bertatap muka dengan DPRD, termasuk dihadiri pejabat BC. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 9 dari 12 |