|
Rabu, 14 Januari 2009 12:43 |
BOLEH tanyakan kepada tiap warga di Kota Samarinda; apakah pelabuhan di Jalan Yos Sudarso itu masih layak? Maka, jawabnya sudah pasti terbesar akan mengatakan tidak layak lagi. Bahkan sebagian besar pengendara, sepertinya sudah terpatri di otak – berusaha menghindar dari arus lalulintas di depan pelabuhan itu. Mobil-mobil besar mengangkut kontainer seakan siap menggencet para pengendara mobil kecil apalagi sepeda motor. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Korban 'Teratai' Tenggelam Orang Samarinda |
|
|
|
|
Minggu, 11 Januari 2009 20:17 |
KM Teratai Prima tenggelam di perairan Majene, Baturoro, Sulawesi Selatan, Minggu dini hari. Kabar terakhir menyebutkan, baru sekitar 117 penumpang berhasil diselamatkan. Diperkirakan masih puluhan penumpang yang sebagian besar adalah warga Samarinda berada di kapal tersebut.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Tinjau Banjir, Aminah Rogoh Kocek Pribadi |
|
|
|
|
Sabtu, 03 Januari 2009 12:58 |
Bantuan kepada korban musibah banjir terus mengalir. Kali ini bantuan beras dari Pemkot Samarinda kembali disalurkan kepada korban banjir langsung diserahkan secara simbolis oleh oleh isteri walikota Samarinda yang juga ketua tim penggerak PKK Samarinda Hj Aminah Amins. PENYERAHAN yang dilakukan pekan tadi itu, secara simbolis dilaksanakan di tiga titik dari 3 kelurahan, sekaligus Aminah yang didampingi Plt Kabag Humas Setkot Samarinda HM Faisal, Camat Samarinda Utara H Marnabas Patiroy melakukan silaturahmi dengan korban banjir, dari rumah ke rumah. Lokasi yang dikunjungi, di Perumahan Rapak Benuang kelurahan Sempaja Selatan, Perumahan Griya Mukti kelurahan Gunung Lingai, dan Gg 4 Jl DI Pandjaitan kelurahan Temindung Permai. |
|
Selanjutnya...
|
|
Berkah Si Pemandi Jenazah |
|
|
|
|
Sabtu, 03 Januari 2009 12:51 |
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltim memberi penghargaan khusus kepada Hj Syarifah Zaitun, karena dianggap berjasa sebagai ibu yang selama 30 tahun memandikan jenazah. NASI tumpeng di atas hiasan bunga Melati yang sedang merekah itu dipotong oleh Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy, hari Senin, 22 Desember 2008, di Lamin Etam (LE) Samarinda. Lalu potongan tumpengnya diberikan Farid kepada seorang wanita tua, Hj Syarifah Zaitun, 68 tahun, dan disambut tepuk tangan ibu-ibu yang hadir di aula pertemuan rumah dinas jabatan Gubernur Kaltim itu. |
|
Selanjutnya...
|
|
Banjir Samarinda, Bencana Nasional? |
|
|
|
|
Sabtu, 03 Januari 2009 12:41 |
 Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak sangat prihatin melihat musibah banjir besar di Samarinda. Pemerintah pusat harus tahu dan dijadikan bencana nasional. PERSIS seminggu setelah dilantik menjadi Gubernur Kaltim, Awang Faroek mendadak turun ke lapangan. Dia tidak bersama Wakil Gubernur, H Farid Wadjdy, kecuali ditemani Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim, H Husinsyah, Karo Humas HM Jauhar Efendi. Maklum, hari Rabu itu, 24 Desember 2008, ribuan warga ibukota Kaltim, Samarinda, kembali diamuk banjir besar dan tanah longsor, sebagai akibat tingginya curah hujan dan pasang dalamnya air sungai Mahakam. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 7 dari 13 |