|
Sabtu, 03 Januari 2009 12:38 |
Satpol PP Samarinda menjaring puluhan Gepeng (gelandangan -- pengemis) dan anak jalanan. Tapi, di antara mereka yang dikirim atau dipulangkan Dinsos Samarinda ke luar Kaltim, ternyata lima orang warga Kaltim sendiri. SEORANG wanita berusia 50 tahun, Maryati, mendatangi kantor Satpol PP Kota Samarinda. Ditemani Indra, anggota LSM Pokja 30, Maryati berusaha meyakinkan petugas Satpol PP bahwa di antara para Gepeng dan Anjal (anak jalanan) yang terjaring razia – bahkan sudah dideportasikan ke luar wilayah Kaltim -- adalah anaknya sendiri bernama Sugi. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Menggagahi Gadis dalam Angkot |
|
|
|
|
Rabu, 24 Desember 2008 10:06 |
Salah seorang sopir angkot, Andi, tertunduk malu di balik jeruji besi Poltabes Samarinda lantaran disangka menggagahi gadis Eka di dalam angkotnya sendiri. GADIS berusia 23 tahun – sebutlah namanya Eka – datang ke Mapoltabes Samarinda dengan wajah muram. Dia seolah kesal dan dongkol dengan perlakuan tak senonoh yang dilakukan sopir angkot bernama Andi kepadanya. Andi dilaporkan Eka dengan sangkaan telah memperkosa dirinya di dalam mobil taksi kota yang dikemudikan oleh Andi sendiri. |
|
Selanjutnya...
|
|
Rabu, 24 Desember 2008 10:05 |
|
Bulan Dzulhijjah atau bulan musim haji identik dengan bulan pernikahan. Setiap tahun menjadi trend sebagai ‘musim kawin’ dan selalu meningkat di Samarinda. BULAN haji atau Dzulhijjah dianggap sebagian umat muslim Indonesia sebagai bulan baik. Bulan berberkah, terutama di hari hari Tasyrik atau sehari setelah puncak pelaksanaan ibadah haji -- Wukuf di Arafah -- Makkah. Hari Tasyrik sendiri jatuh mulai 10 – 13 Dzulhijjah atau hari semua umat muslim melaksanakan penyembelihan hewan hewan kurban di penjuru dunia, termasuk di Indonesia. |
|
Selanjutnya...
|
|
Rabu, 24 Desember 2008 09:46 |
Pemkot Samarinda sudah harus memikirkan lokasi baru tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, karena TPA Bukit Pinang sudah dikepung permukiman penduduk. ANDA sering lewat ruas jalan Samarinda – Sebulu – Muarakaman? Ah, jangan heran kalau Anda sempat mencium aroma menyengat menusuk hidung. Bau tak sedap itu keciuman ketika perjalanan masih di ruas dua jalur dari Samarinda – Tenggarong atau persisnya di kawasan Bukit Pinang. Pasalnya, di sisi kanan Bukit Pinang arah Tenggarong itulah letak TPA sampah Kota Samarinda. |
|
Selanjutnya...
|
|
Karang Mumus, Belum Mulus |
|
|
|
|
Senin, 15 Desember 2008 20:07 |
Sungai Karang Mumus (SKM) – salah satu anak sungai Mahakam – sudah tercemar. Airnya tak layak lagi digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK).MANDI di Sungai Karang Mumus masih dilakoni oleh sebagian warga. Itu benar, karena kebiasaan mandi di sungai itu memang mudah, tinggal ’bacabur’ karena airnya sangat berlimpah. Tidak harus mengirit atau menghemat air PDAM kalau mandi di rumah. Tapi ingat, mandi di anak sungai yang membelah dua kota Samarinda ini sekarang tidak aman lagi. Warga diancam dengan berbagai persoalan berbahaya. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 8 dari 13 |