| Keluhan Seretnya Air PDAM |
|
|
|
| Senin, 25 Januari 2010 20:58 | |||
|
SEJAK dibangun sekitar 1990-an silam, warga komplek perumahan Mutiara Indah, Jalan KH Wahid Hasyim, Sempaja, Samarinda Utara, selalu dihadapkan dengan persoalan air bersih PDAM. Padahal, jaringan di perumahan yang jumlahnya 30 buah itu sudah terpasang kilometer sebagai pelanggan tetap PDAM Kota Samarinda. Ironisnya, aliran air bersih PDAM masih jarang bisa dinikmati warga dengan baik dan lancar. “Sudah hampir satu bulan ini air PDAM di perumahan kami tidak mengalir-ngalir,” gumam Arif, salah satu warga perumahan itu dalam suatu perbincangan dengan BONGKAR!. Ia menyatakan, guna mendapatkan air bersih warga perumahan mau tak mau harus membeli air. Mereka harus mengeluarkan uang Rp.45 ribu untuk mendapatkan satu galon air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari. ”Air bersih ini kami beli dari penjual air,” timpal Arif ketika berbincang siang itu, 9 Januari 2010. Arif seakan tak habismengerti. Dulun airnya sudah susah, sekarang pun demikian. Aliran air PDAM di perumahan ini jarang sekali bisa dinikmati warga lantaran mengalirnya malam hari. “Kalau tidak ditunggui jangan harap bisa mendapatkan air. Menunggu air pada malam hari sudah menjadi pekerjaan rutin bagi kami di sini,” ucap Arif yang mengaku sejak 1994 sudah tinggal di komplek itu. Ia mengaku, macetnya distribusi air PDAM di perumahan Mutiara Indah sudah lama. Sudah puluhan tahun semenjak perumahan ini dibangun. Padahal, rata-rata mereka adalah pelanggan PDAM. Tapi, bila dibandingkan dengan di perumahan Solong Durian yang letaknya di bawah perumahan mereka, distribusi airnya lancar-lancar saja. Anehnya, cerita pria berusia 71 tahun ini, distribusi air PDAM perumahan Mutiara Indah tidak merata. Ada yang airnya mengalir lancar seperti biasa tapi ada juga yang tidak mengalir sama sekali. ”Kalau memang tidak mengalir, mestinya semua juga tidak mengalir, karena lokasinya kan satu komplek saja,” katanya agak kesal. Ia pun menduga ada permainan oknum PDAM yang berbisnis jual beli air di perumahan itu. Kenapa? Arif mengaku sering melihat adanya sejumlah warga yang membeli air dari mobil tangki milik PDAM. “Dugaan saya seperti itu. Selain mobil tangki air milik warga, ada juga mobil tangki PDAM yang sering masuk ke sini. Mereka seperti memanfaatkan kondisi ini. Satu pihak warga harus membeli air, tapi sisi lainnya warga juga tiap bulan harus membayar tagihan rekening air,” gerutunya lagi. Keluhan seretnya air bersih PDAM di perumahan itu sudah pernah disampaikan ke pihak PDAM Samarinda. Namun, kurang mendapat respon. “Seingat kami sudah pernah ditindaklanjuti. Air PDAM sempat mengalir, sekali pun hanya malam hari, di atas pukul 01.00 dini hari. Tapi, sekarang mengalirnya justru tidak merata ke rumah-rumah warga,” sebut warga lainnya di perumahan itu. Di tempat terpisah, Ketua RT 23 perumahan Mutiara Indah, Padli, tidak menampik persoalannya. “Memang benar ada keluhan warga di sini. Air PDAM tidak lancar mengalir. Malah, ada beberapa rumah warga yang airnya tidak dapat mengalir lagi,” ucap Padli seraya berharap kepada PDAM Kota Samrinda untuk memperhatikan keluhan warga perumahan Mutiara Indah, karena mereka juga pelanggan PDAM yang berhak mendapat pelayanan sama. Bagaimana dengan pihak manajemen PDAM sendiri? Kabag Humas PDAM Samarinda, Syarif Rahman Hakim ketika dikonfirmasi BONGKAR! menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PDAM -- khususnya warga perumahan Mutiara Indah -- yang sering mengalami kemacetan distribusi air. ”Persoalan ini bukan disengaja, tapi semata-mata karena adanya perbaikan jaringan pipa besar milik PDAM,” ujarnya. Adanya perbaikan jaringan pipa besar itu, urainya, mengakibatkan seringnya distribusi PDAM mengalami gangguan. Sedang terkait adanya dugaan permainan oknum PDAM yang berbisnis air, Syarif membantahnya. ”Itu tidak benar. Keberadaan mobil tangki PDAM disana justru membantu warga yang membutuhkan air,” ujarnya mengakhiri perbincangan. *ibnu
|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)







![]() | Hari ini | 7 |
![]() | bulan ini | 2799 |
![]() | Semua hari | 131129 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 150: 22 Pebruari 2010



