|
Kamis, 22 Juli 2010 16:08 |
|
Awang Faroek Ishak terlihat panik. Gubernur Kaltim itu tidak menerima dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung. “Saya bersedia mundur kalau terbukti korupsi,” kata Awang kepada wartawan.
Kegiatan memberikan penjelasan kepada wartawan, belakangan ini, menjadi rutinitas yang paling sering dilakukannya. Hari ini mengundang para pemimpin media massa di Kaltim untuk mendengarkan keluh kesahnya, berikutnya giliran ‘anak buahnya’ para kepala dinas (SKPD), termasuk juga kepada pimpinan organisasi massa. Bahkan pada tiap acara dan dirinya menyampaikan sambutan, Faroek tak bosan-bosannya menangkis kasus yang menimpanya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Cuma Patung Rp 7,5 Miliar |
PDF |
Array Cetak Array |
E-mail |
|
Kamis, 15 Juli 2010 16:52 |
|
Sungguh angka besar, Rp 7,5 miliar hanya untuk membuat sebuah patung di Kota Tenggarong Kukar.
Sebuah patung lembuswana dalam posisi duduk di Pulau Kumala Tenggarong sudah ada sejak beberapa tahun silam. Patung yang dibuat sejak Syaukani HR menjadi Bupati Kukar itu dipersoalkan oleh kerabat Kesultanan Kutai. Ada semacam kepercayaan budaya di sana, bahwa posisi duduk patung mendatangkan ‘kesialan’ bagi daerah berpenduduk 650 ribu jiwa itu.
Menurut kerabat Kesultanan Kutai ing Martadipura, Pangeran Ario Jaya Winata yang akrab disapa Aji Boli, patung lembuswana dibuat dalam posisi duduk, tidak pernah ada dalam sejarah kerajaan. Semua patung lembuswana dibuat dengan posisi berdiri.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Proyek “Air” Kubar Kronis |
PDF |
Array Cetak Array |
E-mail |
|
Kamis, 15 Juli 2010 15:42 |
|

Setidaknya ada lima persoalan besar yang menjadi perhatian masyarakat dunia, bahkan selalu menjadi tolok ukur prestasi para pemimpin negara. Apa kelima persoalan itu? Mereka menyebutnya sebagai WEHAB, yaitu water, energy, health, agriculture dan biodiversity.
Posisi air bersih diletakkan terdepan alias paling awal, menandakan begitu tingginya derajat sektor air bersih (SAB) dibanding empat sektor penting lainnya. Saking pentingnya, maka tiap pemerintahan meletakkan pula urusan kebutuhan tersebut dalam tiap anggarannya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kamis, 15 Juli 2010 15:38 |
|
Saat ini hubungan emosional keadministrasian antara Pemkab Nunukan dan Pemkab Tanah Tidung (KTT) tengah ‘renggang’ juga boleh dikata sedang tidak mesra. Pemicunya, sebidang tanah dalam wilayah Linuang Kayan Kecamatan Sembakung Nunukan diperebutkan oleh masing masing wilayah administrasi daerah. Lahan yang jadi rebutan itu memiliki keluasan puluhan hektare.
Mengapa lahan itu diperebutkan. Konon di kawasan itu mengandung potensi sumber daya alam (SDA) berupa aset kandungan batubara dan migas. Hasil survei sementara kandungan SDA-nya cukup besar dan tak akan habis diolah hingga 50 – 70 tahun ke depan. Perebutan lahan itu sudah berlangsung sekitar 10 tahun atau sejak Nunukan bersama Tarakan dan Malinau dimekarkan dari induknya Kabupaten Bulungan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kamis, 15 Juli 2010 15:31 |
|
Jatah para petani seringkali raib di tangan pejabat pemerintahan dan pengusaha. Padahal, notabene mereka adalah orang-orang terhormat yang lebih baik tingkat pendidikan dan ekonominya.
Banyak sekali kasus-kasus pengadaan bibit peternakan dan pertanian harus bermuara di pengadilan. Mulai dari mark-up alias penggelembungan harga sampai dengan proyek fiktif. Di Samarinda saat ini ada dua pejabat pemerintah kotanya yang ditahan karena kasus pengadaan sapi. Kedua pejabat itu adalan Marwoto dan Zainuddin. Marwoto waktu itu menjadi Kepala Bagian Bina Sosial dan Zainuddin sebagai Kepala Subag Pendidikan dan Tenaga Kerja di Bina Sosial Pemkot.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 3 dari 150 |