| Membenahi Pulau Sawi | Array Cetak Array |
| Rabu, 21 Oktober 2009 17:04 | |||
|
PULAU Sawi adalah salah satu pulau yang terletak di wilayah Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalbar. Pulau Sawi bukan karena penghasil sawi – salah satu jenis tanaman sayuran – terbesar di Kalbar, tapi namanya dikenal karena keindahan alamnya yang mempesona. . Letak pulau ini di tengah laut dan bisa ditempuh satu jam perjalanan kapal klotok atau kurang lebih seperempat jam dengan speedboat dari jalan raya yang mengelilinginya.
Pulau ini sering digunakan para nelayan sebagai tempat peristirahatan. Sebelum dijamah tangan manusia, pulau ini menyimpan potensi alam luar biasa. Artinya, kalau keberadaan pulau ini tertata dengan baik dan apik, sangat mungkin menjadi salah satu obyek wisata menarik sekaligus menjadi lokasi pemancingan. Maklum, pulau ini menyimpan kekayaan alam bawah laut yang belum terjamah seperti rumput laut, terumbu karang, beragam jenis ikan dan mutiara. Melihat potensi pulau ini, Pemkab Ketapang sendiri berencana mengembangkannya sebagai salah satu obyek wisata. Setidaknya, upaya itu sudah mulai diwujudkan dengan pembangunan sarana tambatan kapal untuk para nelayan beristirahat. Proyek pembangunan sarana tambat kapal itu dilakukan tahun 2009 dengan dana APBD Ketapang. Berapa besaran anggarannya? PPK (Pelaksana Proyek Kegiatan) dari Dinas Kelautan dan Perikanan Ketapang sendiri, Yamani, ketika dikonfirmasi BONGKAR! belum merinci anggarannya. Ia membenarkan, pembangunan tahap pertama sarana tambat kapal Pulau Sawi dilaksankan oleh CV Duta Persada. Tapi, ketika disinggung pelaksanaan awal yang kurang sempurna atau ada beberapa item pekerjaan yang belum dikerjakan, Yamani bisa memakluminya. “Proyek sarana tambat kapal ini belum selesai. Pendanaannya pun masih tertahan sekitar 40 persen, karena masa kontrak kerja proyek itu memang belum berakhir. Jadi, kalau ada kerusakan atau item pekerjaan yang belum tuntas, kan masih dapat diperbaiki sebelum berakhirnya masa kontrak,” ucap Yamani sambil ditemani Sri Widaryati selaku PPTK-nya. Yamani menyatakan terima kasih atas adanya informasi ini. Ia pun mengaku sudah menurunkan tim ke lapangan yang terdiri staf Inspektorat Kabupaten (Itkab) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Ketapang sendiri. “Informasi itu benar, dan tim sendiri sudah memberikan saran dan pengarahan kepada pemborongnya segera memperbaiki dan menyelesaikan pelaksanaan proyek ini,” timpalnya. Di bagian lain, PPTK Sri Widaryati mengaku, pelaksanaan proyek sudah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang ada. “Kami melihat hasil akhir pekerjaan CV Duta Persada cukup bagus dan memuaskan,” timpal Sri Widaryati sambil menunjukkan foto-foto hasil perbaikan yang disarankan oleh tim Itwilkab itu. Selain itu, proyek sarana tambat kapal di Pulau Sawi itu pun sudah diresmikan oleh Wakil Bupati Ketapang dan rombongan. Mereka pun merasa terkesan dengan proyek sarana tambat kapal yang baru selesai dikerjakan itu, sekaligus melakukan kegiatan memancing di sana. Begitu pula, sejumlah nelayan dan masyarakat sekitar merasa puas atas adanya proyek itu. “Kami patut berterima kasih kepada Pemkab Ketapang – khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan – yang peduli dengan kebutuhan nelayan ini. Kehadiran sarana tambat kapal ini sangat memudahkan kami istirahat saat melaut,” ucap beberapa nelayan di sana di lokasi terpisah. *parlin jonardo sitorus
|

Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 232 |
![]() | bulan ini | 1247 |
![]() | Semua hari | 186351 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



