| Murah Meriah di Warung Family |
|
|
|
| Senin, 01 Juni 2009 10:19 | |||
Begitu banyak makanan khas pulau Jawa yang sudah menusantara. Salah satunya nasi pecel. Di tiap pulau senusantara, dijamin makanan khas dengan sambal kacang dan sayuran ini sangat mudah kita jumpai, termasuk Samarinda, Kaltim.
MENYANTAP sepiring nasi pecel, ditambah potongan tempe goreng ataupun ikan lele, hmm…bisa dibayangkan rasanya. Pedas, manis, asin, gurih berbaur di racikan sambal pecel yang khas. Asal usul pecel sendiri bisa dibilang tidak jelas. Sebab, masing-masing daerah di pulau Jawa saling mengklaim bahwa menu favorit orang pedesaan yang sudah menasional ini berasal dari wilayah mereka. Banyak daerah di pulau Jawa yang mempunya ciri khas dengan sambal pecelnya. Sebut saja pecel Madiun, pecel Blitar, pecel Jogja dan masih banyak lagi lainnya. Di Kota Samarinda, tak sulit untuk mendapatkan menu pecel. Hampir setiap sudut kota menjajakan menu ini baik pagi, siang hingga malam hari. Seperti pecel pincuk yang ada di Jalan Gerilya hingga Lambung Mangkurat yang buka dari pagi hingga siang. Bisa juga warung pecel popular yang terletak di Jalan Pahlawan, tepat di depan hotel Tepian, Samarinda. Atau kalau mau yang beda, pecinta kuliner bisa memilih warung nasi pecel Family. Di Warung Family, kita bisa menikmati hidangan nasi pecel mulai pagi buta, setelah sholat subuh hingga pukul 21.00 Wita. Ada yang istimewa dari warung Family yang eksis dengan lima cabangnya ini. Selain harganya murah meriah tapi tidak murahan, si pemilik warung yang asli orang Malang, Jawa Timur ini juga berhasil meracik sambal pecel yang khas hingga membuat konsumen ketagihan. Buktinya, salah satu cabang Family yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda Utara, tepatnya di depan SPBU, selalu ramai pembeli dari berbagai tingkat usia. Bila diamati, tak sedikit kawula muda yang singgah ke warung itu, terutama para mahasiswa. Selain harganya yang memang pas dengan kocek mereka, rasanyapun tak mengecewakan. “Coba saja kalau tidak percaya. Menu kami spesial dan murah, tapi tidak murahan,” ungkap Ayu, salah seorang pengelola warung sambil menyodorkan menu kepada BONGKAR! saat singgah di Family. Lantas, berapa bahan baku yang bisa dihabiskan dalam sehari? “Untuk beras, seharinya bisa menghabiskan 75 kg dan bumbu pecel 30 kg.” Selain pecel sebagai menu spesial, Family juga menawarkan menu lainnya seperti sop tulang, soto ayam, nasi rawon, berikut variasi lauk dan lalapan yang cukup komplet. Semua menu tersebut diolah oleh tenaga profesional yang terlatih sebanyak lima belas orang. “Yang penting kebersihan dan kesehatan terjamin. Selain itu harus ramah kepada konsumen. Tak pernah ada menu yang bermalam alias sisa. Semua kami sajikan untuk satu kali hidangan kecuali minuman dingin,” tutur pemilik nama lengkap Ayu Chandra ini. Bagaimana proses perjalanan nasi pecal Family? Warung pecel Family yang merupakan bisnis keluarga tersebut buka sejak tahun 1989. Awalnya, di Jalan P Suryanata, lalu berkembang menjadi lima cabang di Samarinda dan Balikpapan, tepatnya di Stal Kuda dan Karang Jawa. “Awal membangun bisnis ini sangat susah. Sepuluh butir telur sehari saja tidak habis. waktu itu modal awal kami hanya seratus ribu rupiah,” ungkap Ayu sembari mengingat masa silam. Di penghujung tahun 1989, warungnya pun pindah ke Jalan M Yamin, kawasan padat Mahasiswa. Kemudian pindah lagi ke Jalan Wakhid Hasyim yang sekarang tak pernah sepi pengunjung. Sekitar 16 meja yang bercokol di warung Family, semuanya nyaris tak pernah kosong penghuni dari waktu ke waktu. Cabang lain yang tak kalah rame Family yang terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo, tak jauh dari Poltek Negeri Samarinda. ”Kami juga melayani pesanan. Silakan saja hubungi nomor HP 081253731959 atau 085250586308, ditanggung biaya antar gratis,” lanjut Ayu setengah berpromosi.*fajar
|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 234 |
![]() | bulan ini | 2785 |
![]() | Semua hari | 187889 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



