Majalah Bongkar Edisi Web Site

Thursday
Sep 09th
Home Berita Olahraga Persisam Merentas Kasta Utama
Persisam Merentas Kasta Utama PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 Maret 2009 14:06
  PS Persisam Putra sudah memboyong  striker PSM Makassar, Aldo Baretto. Satu kekuatan baru merentas jalan ke Super Liga Indonesia (SLI).

AYO main, main, kembali, kembali! Begitu suara  Eddy Simon Badawi ketika  Sabtu  pekan lalu, menggenjot tim asuhannya – Persisam Putra -- berlatih di Stadion Segiri, Samarinda. Eddy dan duet asistennya, Odi Bahrun dan Eddy Harto, tidak memporsir latihan berat,  kecuali Aldo Baretto, Kurniawan Dwi Yulianto, Gustavo Hernan Ortiz, Jardel Santana Dasilva, Uston Nawawi dan lainnya hanya  memantapkan strategi 3-5-2.

Pola permainan  3-5-2 itu seperti menjadi senjata utama  Eddy Simon membesut tim berjuluk Elang Borneo ini. Selalu diterapkannya saat Persisam menjajal lawan-lawannya di ajang  kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009. Duet   striker itu --  Baretto dan Kurniawan -- hampir selalu dipasang di depan. Harapannya bisa membuat gol demi gol.

Tapi,  Baretto -- Kurniawan  pun takkan  bisa apa-apa tanpa dukungan dan suplay bola dari barisan tengah.  Lantaran itu, para midfielder  Uston Nawawi, Hernan Ortiz, Ilham Jaya Kesuma,  Fachruddin tak henti-hentinya  diinstruksikan Eddy  selalu membuat pergerakan. Memainkan bola-bola silang  agar  diselesaikan Baretto – Kurniawan. Di bawah mistar gawang sendiri, Eddy tak meragukan  Sumardi atau penggantinya, Ngadiono dan Aspuliansyah. seperti

Latihan tim Persisam hari itu,  diakuinya,  sebagai persiapan menghadapi dua pertandingan tandang di Sumatera. Menghadapi Persih, Tembilahan, 28 Februari 2009, dan membuat perhitungan dengan pimpinan klasemen PSPS Pekanbaru, 4 Maret 2009. ‘’Dua pertandingan itu penting. Sangat berarti bagi Persisam, karena PSPS adalah pimpinan klasemen,’’ ucap mantan pelatih Persiba Balikpapan itu  kepada BONGKAR! seusai latihan.

Eddy menyebut, antara Persisam dan PSPS  terpaut selisih nilai lima  poin. PSPS (39) dan  lebih banyak bertanding (18 kali),  sedang Persisam (34) menguntit di peringkat dua dengan 17 kali bertanding. ‘’Mungkin kalau pertandingannya sama, Persisam yang memimpin klasemen seperti  putaran pertama lalu,’’ timpal pelatih yang pernah memoles Mitra Kukar, Persigo Gorontalo, Persipar Palangkaraya (Kalteng) itu.

PS Persisam Putra sendiri  tergabung bersama 14 tim lainnya di wilayah barat. Berkompetisi, bersaing ketat  dengan PSPS, Semen Padang,  Persikabo, Persikab,  Mitra Kukar FC, Persiraja Banda Aceh, PSSB Bireun, PSDS Deli Serdang, Persikota, Persibat Batang (Jateng), Persih, Persikad,  PSP Padang  dan PSAP. Di wilayah timurnya  antara lain bercokol Persebaya Surabaya, Persema Malang, Persibom, Persigo, Perseman, PSIR Rembang, PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, dan lainnya.

Namun,   Pasukan Oranye  ini masih satu tingkat di bawah Persiba Balikpapan dan Bontang PKT  yang berkompetisi di  SLI. Kenapa? ‘’Sebenarnya, antara Persisam, Mitra Kukar,   Persiba, dan Bontang PKT sama-sama di Divisi Utama  Liga Indonesia. Hanya istilahnya ada kasta utama atau Super Liga, dan kasta kedua seperti Persisam dan Mitra Kukar  di Divisi Utama itu,’’ urai Eddy Simon.

Adakah target Persisam merentas ke kasta utama?  Pria romantis kelahiran Sangasanga itu hanya tersenyum. ‘’Kalau melihat materi pemain,  Insya Allah  Persisam bisa menggapai kasta utama atau Super Liga itu,’’ jawab Eddy  tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Eddy tidak menampik, materi  pemain klub milik Pemkot Samarinda  sekarang boleh dibilang bertabur bintang.  Antara lain ada Kurniawan, Uston Nawawi, Ilham Jaya Kesuma, dan Sumardi  yang keempatnya  pernah memperkuat tim nasional. Lantas kuartet pemain asingnya adalah Jardel Santana yang ‘Raja Penalti’ itu,  Hernan Ortiz, Patricio Patto Jimenez, dan striker andalan PSM Makassar yang dipinjamkan ke Persisam,  Aldo Baretto.

Kehadiran Baretto, 27 tahun,  aku Eddy Simon, makin mempertajam lini depan Persisam. Buktinya, Baretto sudah mempersembahkan tiga gol buat tim binaan  manajer  H Aidil Fitri ini. Baretto bergabung sejak Persisam bertandang ke kandang Persibat Batang (Jateng), 7 Februari 2009.  Tapi, striker asal Paraguay  itu baru membuat tiga gol saat Persisam memukul Semen Padang, 4-2 (3-0), di Stadion ‘Republik Oranye’ Segiri, Samarinda, 13 Februari 2009.

Eddy melihat, kehadiran Baretto dan seabrek pemain bintang itu membuatnya tidak terlalu ciut.  Ada tambahan kekuatan baru. ‘’Optimis itu selalu ada. Tapi, aku tak ingin takabur dululah. Insya Allah,  target Persisam merentas jalan ke Super Liga  bisa kita capai,’’ timpalnya seakan tak  muluk-muluk.

Ia menyebut, tujuh pertandingan sisa putaran kedua – di luar pertandingan  ke Tembilahan dan Pekanbaru – akan dimanfaatkan Kurniawan dkk sebaik mungkin dengan memetik kemenangan. Tapi, Eddy tetap menghitung kekuatan Mitra Kukar yang akan dihadapi Persisam dalam partai ‘derby Kaltim’ di  Stadion Sport Center, Perjiwa, Tenggarong Seberang, 13 Maret 2009. ‘’Mitra Kukar termasuk salah satu tim yang kita perhitungkan, selain Semen Padang, dan PSPS,’’ katanya.

Eddy menghendaki, anak asuhnya tetap bermain konsisten. Tidak lengah, dan tidak pula menganggap enteng lawan. Lantaran itu, bila misalkan Persisam tetap berada di peringkat dua atau memimpin klasemen wilayah barat, berarti Kurniawan dkk akan bertarung di delapan besar. Melawan empat tim teratas di wilayah timur. Dari situ muncul empat tim yang promosi ke Super Liga, mengganti empat tim terbawah di Super Liga   yang harus turun dari kasta utama ke kasta kedua. Ayo, berusaha dan berdoalah! *dillah hasbullah

 

BONGKAR! Magazine on Facebook

Kutipan

 

 

 Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)

Advs

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini240
mod_vvisit_counterbulan ini2791
mod_vvisit_counterSemua hari187895

Polling Cawali dan wawali Samarinda

Siapa pilihan Anda, calon Walikota dan Wawali Samarinda periode 2010-2015?
 

Edisi Cetak

EDISI 173: 16 Agustus 2010

Khas Kaltim





Cerita Khas Johansyah Balham

Aji Raden Serif

Selengkapnya...

 

Buku membongkar gurita cikeas

Download di sini


Cover Edisi 169














Edisi 169: 19 Juli 2010

Cover Edisi 170














Edisi 170:
26 Juli 2010

Cover Edisi 171














Edisi
171: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 172














Edisi 172: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 173














Edisi 173: 16 Agustus  2010