| Persisam Merentas Kasta Utama |
|
|
|
| Rabu, 11 Maret 2009 14:06 | |||
PS Persisam Putra sudah memboyong striker PSM Makassar, Aldo Baretto. Satu kekuatan baru merentas jalan ke Super Liga Indonesia (SLI). AYO main, main, kembali, kembali! Begitu suara Eddy Simon Badawi ketika Sabtu pekan lalu, menggenjot tim asuhannya – Persisam Putra -- berlatih di Stadion Segiri, Samarinda. Eddy dan duet asistennya, Odi Bahrun dan Eddy Harto, tidak memporsir latihan berat, kecuali Aldo Baretto, Kurniawan Dwi Yulianto, Gustavo Hernan Ortiz, Jardel Santana Dasilva, Uston Nawawi dan lainnya hanya memantapkan strategi 3-5-2. Pola permainan 3-5-2 itu seperti menjadi senjata utama Eddy Simon membesut tim berjuluk Elang Borneo ini. Selalu diterapkannya saat Persisam menjajal lawan-lawannya di ajang kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009. Duet striker itu -- Baretto dan Kurniawan -- hampir selalu dipasang di depan. Harapannya bisa membuat gol demi gol. Tapi, Baretto -- Kurniawan pun takkan bisa apa-apa tanpa dukungan dan suplay bola dari barisan tengah. Lantaran itu, para midfielder Uston Nawawi, Hernan Ortiz, Ilham Jaya Kesuma, Fachruddin tak henti-hentinya diinstruksikan Eddy selalu membuat pergerakan. Memainkan bola-bola silang agar diselesaikan Baretto – Kurniawan. Di bawah mistar gawang sendiri, Eddy tak meragukan Sumardi atau penggantinya, Ngadiono dan Aspuliansyah. seperti Latihan tim Persisam hari itu, diakuinya, sebagai persiapan menghadapi dua pertandingan tandang di Sumatera. Menghadapi Persih, Tembilahan, 28 Februari 2009, dan membuat perhitungan dengan pimpinan klasemen PSPS Pekanbaru, 4 Maret 2009. ‘’Dua pertandingan itu penting. Sangat berarti bagi Persisam, karena PSPS adalah pimpinan klasemen,’’ ucap mantan pelatih Persiba Balikpapan itu kepada BONGKAR! seusai latihan. Eddy menyebut, antara Persisam dan PSPS terpaut selisih nilai lima poin. PSPS (39) dan lebih banyak bertanding (18 kali), sedang Persisam (34) menguntit di peringkat dua dengan 17 kali bertanding. ‘’Mungkin kalau pertandingannya sama, Persisam yang memimpin klasemen seperti putaran pertama lalu,’’ timpal pelatih yang pernah memoles Mitra Kukar, Persigo Gorontalo, Persipar Palangkaraya (Kalteng) itu. PS Persisam Putra sendiri tergabung bersama 14 tim lainnya di wilayah barat. Berkompetisi, bersaing ketat dengan PSPS, Semen Padang, Persikabo, Persikab, Mitra Kukar FC, Persiraja Banda Aceh, PSSB Bireun, PSDS Deli Serdang, Persikota, Persibat Batang (Jateng), Persih, Persikad, PSP Padang dan PSAP. Di wilayah timurnya antara lain bercokol Persebaya Surabaya, Persema Malang, Persibom, Persigo, Perseman, PSIR Rembang, PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, dan lainnya. Namun, Pasukan Oranye ini masih satu tingkat di bawah Persiba Balikpapan dan Bontang PKT yang berkompetisi di SLI. Kenapa? ‘’Sebenarnya, antara Persisam, Mitra Kukar, Persiba, dan Bontang PKT sama-sama di Divisi Utama Liga Indonesia. Hanya istilahnya ada kasta utama atau Super Liga, dan kasta kedua seperti Persisam dan Mitra Kukar di Divisi Utama itu,’’ urai Eddy Simon. Adakah target Persisam merentas ke kasta utama? Pria roma Eddy tidak menampik, materi pemain klub milik Pemkot Samarinda sekarang boleh dibilang bertabur bintang. Antara lain ada Kurniawan, Uston Nawawi, Ilham Jaya Kesuma, dan Sumardi yang keempatnya pernah memperkuat tim nasional. Lantas kuartet pemain asingnya adalah Jardel Santana yang ‘Raja Penalti’ itu, Hernan Ortiz, Patricio Patto Jimenez, dan striker andalan PSM Makassar yang dipinjamkan ke Persisam, Aldo Baretto. Kehadiran Baretto, 27 tahun, aku Eddy Simon, makin mempertajam lini depan Persisam. Buktinya, Baretto sudah mempersembahkan tiga gol buat tim binaan manajer H Aidil Fitri ini. Baretto bergabung sejak Persisam bertandang ke kandang Persibat Batang (Jateng), 7 Februari 2009. Tapi, striker asal Paraguay itu baru membuat tiga gol saat Persisam memukul Semen Padang, 4-2 (3-0), di Stadion ‘Republik Oranye’ Segiri, Samarinda, 13 Februari 2009. Eddy melihat, kehadiran Baretto dan seabrek pemain bintang itu membuatnya tidak terlalu ciut. Ada tambahan kekuatan baru. ‘’Optimis itu selalu ada. Tapi, aku tak ingin takabur dululah. Insya Allah, target Persisam merentas jalan ke Super Liga bisa kita capai,’’ timpalnya seakan tak muluk-muluk. Ia menyebut, tujuh pertandingan sisa putaran kedua – di luar pertandingan ke Tembilahan dan Pekanbaru – akan dimanfaatkan Kurniawan dkk sebaik mungkin dengan memetik kemenangan. Tapi, Eddy tetap menghitung kekuatan Mitra Kukar yang akan dihadapi Persisam dalam partai ‘derby Kaltim’ di Stadion Sport Center, Perjiwa, Tenggarong Seberang, 13 Maret 2009. ‘’Mitra Kukar termasuk salah satu tim yang kita perhitungkan, selain Semen Padang, dan PSPS,’’ katanya. Eddy menghendaki, anak asuhnya tetap bermain konsisten. Tidak lengah, dan tidak pula menganggap enteng lawan. Lantaran itu, bila misalkan Persisam tetap berada di peringkat dua atau memimpin klasemen wilayah barat, berarti Kurniawan dkk akan bertarung di delapan besar. Melawan empat tim teratas di wilayah timur. Dari situ muncul empat tim yang promosi ke Super Liga, mengganti empat tim terbawah di Super Liga yang harus turun dari kasta utama ke kasta kedua. Ayo, berusaha dan berdoalah! *dillah hasbullah
|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 240 |
![]() | bulan ini | 2791 |
![]() | Semua hari | 187895 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



