Majalah Bongkar Edisi Web Site

Saturday
Sep 04th
Home Berita Politik Pesona Natal Ismael Thomas
Pesona Natal Ismael Thomas PDF Cetak E-mail
Selasa, 19 Januari 2010 21:10

Bakal  calon incumbent Bupati Kubar 2011 – 2016, Ismael Thomas, menebar pesona Natal & Tahun Baru  dengan membagi-bagi ‘angpao’ ke semua umat Kristiani di sana.

‘TERUSKAN!!! Perjuangan & Pembangunan Bersama Masyarakat Kutai Barat 2011 – 2016.’  Begitu embel-embel pesan yang tertulis di kartu ucapan Natal 25 Desember 2009 dan Tahun Baru 2010 dari Ismael Thomas, salah satu kandidat bakal calon incumbent Bupati Kubar 2011 – 2016.  Kartu ucapan Natal dan Tahun Baru ini dibagikan  ke semua umat Kristiani saat ritual perayaan Natal di semua gereja Katolik yang ada,   termasuk ketika  Natal Bersama di Sendawar, ibukota Kabupaten Kubar.

 

Sistim pendistribusiannya sendiri tidak langsung dilakukan Ismael Thomas.  Thomas  yang kapasitasnya  Bupati Kubar  periode 2006 – 2011 itu mendistribusikannya melalui para pemuka agama Katolik dengan bantuan anak-anak SMP dan SMA. Tak heran kalau semua jemaat atau umat Kristiani  yang merayakan Natal di Kubar agak kegirangan menerima ucapan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2009, dan Tahun Baru, 1 Januari 2010.

Kartu ucapan Natal ini memang agak menarik dicermati.  Ismael Thomas mengucapkan Natal dan Tahun Baru 2010 bukan atas nama  Pemkab Kubar dan jajarannya, tapi ia mengatasnamakan partai politik yang dipimpinya, DPC PDIP Kutai Barat. Bentuk kartunya terbungkus plastik macam  kartu undangan perkawinan. Kartu berwarna merah dengan tinta emas ini tak hanya memuat gambar Ismael Thomas sambil melambaikan tangan, tapi di belakangnya ada kalender 2010. Istimewanya, di dalam kartu Natal dan Tahun Baru 2010 itu terdapat ‘angpao’ atau duit senilai Rp 10.000 yang terdiri pecahan Rp 2.000 sebanyak lima lembar.

Apa-apan ini? Berapa banyak kartu ucapan Natal dan Tahun Baru  2010 yang dicetak dan dibagi-bagikan Thomas? Belum ada keterangan resmi  Thomas dan Juan Jenau selaku ketua dan sekretaris DPC PDIP Kubar.  Tapi, kartu Natal dan Tahun Baru yang berisi ‘angpao’ Rp 10.000  itu  disebarkan kepada puluhan ribu umat Kristiani  di Kubar. “Kalau kartu yang dibagi-bagi  itu 10.000 lembar saja, misalnya,  berarti sudah Rp 100 juta uang  yang dihamburkan  Thomas,”  gumam Agustinus, salah satu warga asal  Kubar di Samarinda.

Advokat itu pun menyimpan kartu  Natal dan Tahun Baru dari Thomas.   Ia mengaku mendapatkannya  bukan saat menghadiri ritual Natal di Kubar,  tapi menggantinya dari salah satu  warga  dengan  imbalan yang lebih besar dari Rp 10.000. “Biarlah, kartu Natal ini saya simpan.  Siapa tahu sewaktu-waktu  bisa diperlukan,” timpal Agus, sapaan advokat yang suka mengkritisi berbagai persoalan pembangunan di Tanaa Purai Ngeriman,  Kubar itu.

Ia melihat, sah-sah saja Ismael Thomas  membagi-bagikan  kartu ucapan Natal dan Tahun Baru 2010. Asalkan di kartu ucapannya  itu tak ada pesan-pesan  politis. Celakanya,  di dalam setiap kartu  yang dibagikannya berisi ‘angpao’ sebesar  Rp 10.000. “Maaf, saya ini bukan orang politik. Tapi, saya lihat  cara yang dilakukan Thomas ini cenderung  kasar, sangat tidak mendidik atau hanya melakukan pembodohan ke masyarakat saja,” timpal Agus dalam suatu percakapan dengan BONGKAR!

Kok  begitu? Begini, ceritanya lagi,  masyarakat Kubar tentu sangat senang menerima ucapan  Natal dan Tahun Baru 2010 dari  Thomas, walau tanpa embel-embel sekali pun.  Maklum,  Thomas adalah Bupati mereka. Terlebih kalau  ia  memaparkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapainya selama 4 tahun terakhir kepemimpinanna, seperti misalnya  berapa banyak ia sudah membangun jalan antardesa dan kecamatan,  sudah berapa luas ia mencetak sawah-sawah,  meningkatkan kualitas SDM (sumberdaya manusia), termasuk meningkatkan pengetahuan dan pemahamanan hukum masyarakat.

Kalau  keberhasilan macam itu yang ditonjolkannya,  urai Agus, ia  yakin masyarakat Kubar  akan senang. Malah, Thomas pun akan mendapat tempat di hati masyarakat,  dan tidak tertutup kemungkinan akan mendukung kepemimpinannya  lima tahun ke depan. “Tapi, kalau pesan Natal-nya saja begitu, masyarakat dicekoki uang Rp 10.000 agar mendukung kepemimpinannya,  itu sama saja  dengan pembodohan  masyarakat. Tidak etisnya lagi,  kartu Natal berisi ‘angpao’ itu justru dibagikan saat ritual ibadah keagamaan,” timpalnya seakan  tak habis mengerti melihat etika politik Thomas dengan mempolitisir agama.

Agus tidak menampik, pembagian  kartu Natal & Tahun Baru 2010 yang disertai pesan politis dan uang itu merupakan bagian kecil  dari ‘tebar pesona’ Ismael Thomas menuju suksesi Pilkada Kubar 2011. Thomas pun sebelumnya selalu datang menghadiri berbagai upacara adat etnis dayak yang digelar masyarakat. “Kalau saat upacara adat, Thomas tak hanya sekadar memberikan sumbangan, tapi ia pun  selalu mengajak dan meminta restu masyarakat untuk mendukung kepemipinannya periode mendatang,” ucap Agus.

Di bagian lain, Bupati Ismael Thomas sendiri mengisyaratkan akan kembali maju ke pencalonan Bupati Kubar periode 2011 – 2016.  Hasrat ini  diutarakannya di  setiap menghadiri upacara adat dan ritual keagamaan lainnya di Kubar. Bahkan, Thomas pun tetap akan menggandeng H Didik Effendi --  Wabup Kubar yang selama ini mendampinginya – sebagai pasangan calon wakilnya ke Pilkada Kubar 2011. Alasannya, masih ada pembangunan Kubar ke depan yang belum selesai dan harus diteruskan.

Tekad dan kesiapan Thomas  maju  tak terlalu berlebihan. Itu ditandai   dengan maraknya baliho atau spanduk Thomas yang sudah terpajang di sepanjang ruas jalan ke  Kubar.  “Suasana politik di Kubar memang mulai memanas. Itu ditandai  banyaknya baliho kandidat incumbent Ismael Thomas yang dipajang mulai dari perbatasan Kukar – Kubar, sampai ke berbagai sudut kota di ibukota Kubar sendiri,” ucap salah satu warga Kubar dalam kesempatan terpisah.

Tema atau pesan baliho Ismael Thomas pun tak berbeda dengan embel-embel pesan di kartu ucapan Natal & Tahun Baru 2010  yang dibagi-bagikan  oleh para pemuka Katolik  kepada jemaat Kristiani itu.. ‘Teruskan!!! Perjuangan & Pembangunan Bersama Masyarakat Kutai Barat 2011 – 2016.”   Tapi, Ismael Thomas sendiri  bukan tidak mungkin bakal menghadapi saingan berat di Pilkada  nanti.

Kenapa?  Mantan Bupati Kubar pertama  (2001 – 2006), Rama Alexander Asia, juga disebut-sebut siap ‘bangkit’ dan bertarung fight.   Itu belum termasuk kandidat lain yang juga disebut-sebut sudah  mendapat tempat di hati masyarakat. Hanya saja,  kandidat yang diyakini bisa membawa perubahan signifikan terhadap Kubar ke depan ini belum mau mentransparansikan jati dirinya, kecuali diam-diam masih menyusun strategi jitu guna memenangkan pertarungan nanti.

Benarkah Rama Asia bakal maju lagi? “Begini, kalau memang masyarakat Kubar masih menghendaki dan menginginkan figur saya, saya akan maju. Saya siap menjalankan amanah yang dipercayakan rakyat demi membangun Kubar lebih baik lagi. Tolong bantu dan doakan saya, ya,” ucap Rama Asia dalam perbincangan terpisah kepada BONGKAR!

Kapan Pilkada Kubar dilaksanakan? Salah satu anggota KPUD Kubar, Yoseph Daru, ketika kebetulan bertemu BONGKAR! di Samarinda  menyatakan, pihaknya baru akan memplenokan tahapan demi tahapan Pilkada Kubar  akhir Januari 2010. “Begini, masa jabatan Bupati Kubar, Ismael Thomas dan Wabup Didik Effendi akan berakhir April 2011 nanti. Karena itu, kita sedang menyusun tahapan demi tahapan Pilkada Kubar yang rencananya kita plenokan akhir Januari 2010 ini,” ujarnya.

Yoseph pun mengaku, suhu politik di Kubar memang mulai memanas. Itu terkait  munculnya seabrek baliho para kandidat bakal calon yang sudah menghias berbagai sudut jalan dan kota di Kubar. Tapi,  KPUD dan Panwas Kubar sendiri  belum bisa berbuat banyak, karena memang belum masuk tahapan demi tahapan pelaksanaannya. “Pilkada Kubar sendiri kita jadwalkan sekitar bulan Januari 2011, karena bulan April 2011, pasangan Bupati Kubar terpilih sudah dilantik,” timpalnya mengakhiri perbincangan. *dillah hasbullah

 

 

BONGKAR! Magazine on Facebook

Kutipan

 

 

 Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)

Advs

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini248
mod_vvisit_counterbulan ini1263
mod_vvisit_counterSemua hari186367

Polling Cawali dan wawali Samarinda

Siapa pilihan Anda, calon Walikota dan Wawali Samarinda periode 2010-2015?
 

Edisi Cetak

EDISI 173: 16 Agustus 2010

Khas Kaltim





Cerita Khas Johansyah Balham

Aji Raden Serif

Selengkapnya...

 

Buku membongkar gurita cikeas

Download di sini


Cover Edisi 169














Edisi 169: 19 Juli 2010

Cover Edisi 170














Edisi 170:
26 Juli 2010

Cover Edisi 171














Edisi
171: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 172














Edisi 172: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 173














Edisi 173: 16 Agustus  2010