| Pesona Natal Ismael Thomas |
|
|
|
| Selasa, 19 Januari 2010 21:10 | |||
|
‘TERUSKAN!!! Perjuangan & Pembangunan Bersama Masyarakat Kutai Barat 2011 – 2016.’ Begitu embel-embel pesan yang tertulis di kartu ucapan Natal 25 Desember 2009 dan Tahun Baru 2010 dari Ismael Thomas, salah satu kandidat bakal calon incumbent Bupati Kubar 2011 – 2016. Kartu ucapan Natal dan Tahun Baru ini dibagikan ke semua umat Kristiani saat ritual perayaan Natal di semua gereja Katolik yang ada, termasuk ketika Natal Bersama di Sendawar, ibukota Kabupaten Kubar.
Sistim pendistribusiannya sendiri tidak langsung dilakukan Ismael Thomas. Thomas yang kapasitasnya Bupati Kubar periode 2006 – 2011 itu mendistribusikannya melalui para pemuka agama Katolik dengan bantuan anak-anak SMP dan SMA. Tak heran kalau semua jemaat atau umat Kristiani yang merayakan Natal di Kubar agak kegirangan menerima ucapan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2009, dan Tahun Baru, 1 Januari 2010. Kartu ucapan Natal ini memang agak menarik dicermati. Ismael Thomas mengucapkan Natal dan Tahun Baru 2010 bukan atas nama Pemkab Kubar dan jajarannya, tapi ia mengatasnamakan partai politik yang dipimpinya, DPC PDIP Kutai Barat. Bentuk kartunya terbungkus plastik macam kartu undangan perkawinan. Kartu berwarna merah dengan tinta emas ini tak hanya memuat gambar Ismael Thomas sambil melambaikan tangan, tapi di belakangnya ada kalender 2010. Istimewanya, di dalam kartu Natal dan Tahun Baru 2010 itu terdapat ‘angpao’ atau duit senilai Rp 10.000 yang terdiri pecahan Rp 2.000 sebanyak lima lembar. Apa-apan ini? Berapa banyak kartu ucapan Natal dan Tahun Baru 2010 yang dicetak dan dibagi-bagikan Thomas? Belum ada keterangan resmi Thomas dan Juan Jenau selaku ketua dan sekretaris DPC PDIP Kubar. Tapi, kartu Natal dan Tahun Baru yang berisi ‘angpao’ Rp 10.000 itu disebarkan kepada puluhan ribu umat Kristiani di Kubar. “Kalau kartu yang dibagi-bagi itu 10.000 lembar saja, misalnya, berarti sudah Rp 100 juta uang yang dihamburkan Thomas,” gumam Agustinus, salah satu warga asal Kubar di Samarinda. Advokat itu pun menyimpan kartu Natal dan Tahun Baru dari Thomas. Ia mengaku mendapatkannya bukan saat menghadiri ritual Natal di Kubar, tapi menggantinya dari salah satu warga dengan imbalan yang lebih besar dari Rp 10.000. “Biarlah, kartu Natal ini saya simpan. Siapa tahu sewaktu-waktu bisa diperlukan,” timpal Agus, sapaan advokat yang suka mengkritisi berbagai persoalan pembangunan di Tanaa Purai Ngeriman, Kubar itu. Ia melihat, sah-sah saja Ismael Thomas membagi-bagikan kartu ucapan Natal dan Tahun Baru 2010. Asalkan di kartu ucapannya itu tak ada pesan-pesan politis. Celakanya, di dalam setiap kartu yang dibagikannya berisi ‘angpao’ sebesar Rp 10.000. “Maaf, saya ini bukan orang politik. Tapi, saya lihat cara yang dilakukan Thomas ini cenderung kasar, sangat tidak mendidik atau hanya melakukan pembodohan ke masyarakat saja,” timpal Agus dalam suatu percakapan dengan BONGKAR! Kok begitu? Begini, ceritanya lagi, masyarakat Kubar tentu sangat senang menerima ucapan Natal dan Tahun Baru 2010 dari Thomas, walau tanpa embel-embel sekali pun. Maklum, Thomas adalah Bupati mereka. Terlebih kalau ia memaparkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapainya selama 4 tahun terakhir kepemimpinanna, seperti misalnya berapa banyak ia sudah membangun jalan antardesa dan kecamatan, sudah berapa luas ia mencetak sawah-sawah, meningkatkan kualitas SDM (sumberdaya manusia), termasuk meningkatkan pengetahuan dan pemahamanan hukum masyarakat. Kalau keberhasilan macam itu yang ditonjolkannya, urai Agus, ia yakin masyarakat Kubar akan senang. Malah, Thomas pun akan mendapat tempat di hati masyarakat, dan tidak tertutup kemungkinan akan mendukung kepemimpinannya lima tahun ke depan. “Tapi, kalau pesan Natal-nya saja begitu, masyarakat dicekoki uang Rp 10.000 agar mendukung kepemimpinannya, itu sama saja dengan pembodohan masyarakat. Tidak etisnya lagi, kartu Natal berisi ‘angpao’ itu justru dibagikan saat ritual ibadah keagamaan,” timpalnya seakan tak habis mengerti melihat etika politik Thomas dengan mempolitisir agama. Agus tidak menampik, pembagian kartu Natal & Tahun Baru 2010 yang disertai pesan politis dan uang itu merupakan bagian kecil dari ‘tebar pesona’ Ismael Thomas menuju suksesi Pilkada Kubar 2011. Thomas pun sebelumnya selalu datang menghadiri berbagai upacara adat etnis dayak yang digelar masyarakat. “Kalau saat upacara adat, Thomas tak hanya sekadar memberikan sumbangan, tapi ia pun selalu mengajak dan meminta restu masyarakat untuk mendukung kepemipinannya periode mendatang,” ucap Agus. Di bagian lain, Bupati Ismael Thomas sendiri mengisyaratkan akan kembali maju ke pencalonan Bupati Kubar periode 2011 – 2016. Hasrat ini diutarakannya di setiap menghadiri upacara adat dan ritual keagamaan lainnya di Kubar. Bahkan, Thomas pun tetap akan menggandeng H Didik Effendi -- Wabup Kubar yang selama ini mendampinginya – sebagai pasangan calon wakilnya ke Pilkada Kubar 2011. Alasannya, masih ada pembangunan Kubar ke depan yang belum selesai dan harus diteruskan. Tekad dan kesiapan Thomas maju tak terlalu berlebihan. Itu ditandai dengan maraknya baliho atau spanduk Thomas yang sudah terpajang di sepanjang ruas jalan ke Kubar. “Suasana politik di Kubar memang mulai memanas. Itu ditandai banyaknya baliho kandidat incumbent Ismael Thomas yang dipajang mulai dari perbatasan Kukar – Kubar, sampai ke berbagai sudut kota di ibukota Kubar sendiri,” ucap salah satu warga Kubar dalam kesempatan terpisah. Tema atau pesan baliho Ismael Thomas pun tak berbeda dengan embel-embel pesan di kartu ucapan Natal & Tahun Baru 2010 yang dibagi-bagikan oleh para pemuka Katolik kepada jemaat Kristiani itu.. ‘Teruskan!!! Perjuangan & Pembangunan Bersama Masyarakat Kutai Barat 2011 – 2016.” Tapi, Ismael Thomas sendiri bukan tidak mungkin bakal menghadapi saingan berat di Pilkada nanti. Kenapa? Mantan Bupati Kubar pertama (2001 – 2006), Rama Alexander Asia, juga disebut-sebut siap ‘bangkit’ dan bertarung fight. Itu belum termasuk kandidat lain yang juga disebut-sebut sudah mendapat tempat di hati masyarakat. Hanya saja, kandidat yang diyakini bisa membawa perubahan signifikan terhadap Kubar ke depan ini belum mau mentransparansikan jati dirinya, kecuali diam-diam masih menyusun strategi jitu guna memenangkan pertarungan nanti. Benarkah Rama Asia bakal maju lagi? “Begini, kalau memang masyarakat Kubar masih menghendaki dan menginginkan figur saya, saya akan maju. Saya siap menjalankan amanah yang dipercayakan rakyat demi membangun Kubar lebih baik lagi. Tolong bantu dan doakan saya, ya,” ucap Rama Asia dalam perbincangan terpisah kepada BONGKAR! Kapan Pilkada Kubar dilaksanakan? Salah satu anggota KPUD Kubar, Yoseph Daru, ketika kebetulan bertemu BONGKAR! di Samarinda menyatakan, pihaknya baru akan memplenokan tahapan demi tahapan Pilkada Kubar akhir Januari 2010. “Begini, masa jabatan Bupati Kubar, Ismael Thomas dan Wabup Didik Effendi akan berakhir April 2011 nanti. Karena itu, kita sedang menyusun tahapan demi tahapan Pilkada Kubar yang rencananya kita plenokan akhir Januari 2010 ini,” ujarnya. Yoseph pun mengaku, suhu politik di Kubar memang mulai memanas. Itu terkait munculnya seabrek baliho para kandidat bakal calon yang sudah menghias berbagai sudut jalan dan kota di Kubar. Tapi, KPUD dan Panwas Kubar sendiri belum bisa berbuat banyak, karena memang belum masuk tahapan demi tahapan pelaksanaannya. “Pilkada Kubar sendiri kita jadwalkan sekitar bulan Januari 2011, karena bulan April 2011, pasangan Bupati Kubar terpilih sudah dilantik,” timpalnya mengakhiri perbincangan. *dillah hasbullah
|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 248 |
![]() | bulan ini | 1263 |
![]() | Semua hari | 186367 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



