Majalah Bongkar Edisi Web Site

Saturday
Sep 04th
Home Berita Politik Munculnya Pasangan ‘Kuda Hitam’
Munculnya Pasangan ‘Kuda Hitam’ PDF Cetak E-mail
Rabu, 20 Januari 2010 18:33

Para kandidat calon Bupati Kukar 2010 terus bergerilya menghimpun kekuatan dan dukungan rakyat.  Ada ‘kuda hitam’  yang muncul  di jalur independen.

PETA politik di Kukar makin memanas saja. Maklum, kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati  Kukar periode 2010 – 2015 sudah mencuat ke publik. Walau  pendaftaran para pasangan calon baru dibuka KPUD Kukar, 5 Februari 2009, sudah ada sejumlah kandidat  yang memastikan menggandeng  pasangan calon guna meramaikan pesta demokrasi Pilkada Kukar, 1 Mei 2010 nanti.

Siapa saja mereka itu?  H Awang Dharma Bakti (ADB), mantan Kepala Dinas PU Kaltim  misalnya, sudah pasti menggandeng politisi PKS yang anggota DPRD Kukar, Saiful Aduar. Lantas Awang Ferdian Hidayat, putra Gubernur Awang Faroek Ishak  berpasangan dengan Suko Buono, dan kandidat paling terbaru, Ruznie OMS siap  menggandeng  H Saifuddin Djumran (DJ) yang  anggota DPRD Kaltim itu.  Kandidat lainnya seperti Fathan Djoenaidi, Rita Widyasari, H Sugianto, dan Idrus SY belum menentukan pasangan calon.

Rita Widyasari sendiri belum menentukan pendampingnya. Pasalnya,  terlalu banyak kandidat yang  mendaftar dan siap berpasangan dengan Rita yang Ketua DPRD Kukar itu.  Tak heran kalau Timses Rita harus kerja keras menyeleksi calon pendampingnya yang benar-benar pas. Celakanya,  menjelang pendaftaran pasangan calon ke KPUD Kukar, kubu Rita  mulai blingsatan diterpa isu tak menyenangkan. Isu video porno yang mulai menghangat, seolah dijadikan black campaign oleh lawan politiknya.

“Itu tidak benar. Saya yakin, ini pasti kerjaan lawan politik saya,” sergah Rita seperti dilansir Tribun Kaltim, 6 Januari 2010. “Itu (black campaign) biasa dalam persfektif  politik menjelang Pilkada Kukar 2010. Bohong saja, saya  tidak pernah menonton fakta adanya  adegan mesum video itu. Yang pasti, sosialisasi tetap jalan terus untuk Bu Rita,” timpal juru bicara Timses Rita, Dedy Sudarya. Ia seakan tak bisa menerima adanya tudingan miring terhadap Rita, satu-satunya kandidat wanita yang akan meramaikan Pilkada Kukar ini.

Rita sendiri memastikan maju dengan menupang perahu Golkar, partai yang dipimpinnya di DPD Golkar Kukar.  Awang Ferdian – Suko Buono pun  melalui jalur Parpol yang siap mengusungnya. . Berbeda dengan dua pasangan calon lainnya ADB -- Saiful Aduar, dan Ruznie OMS -- Saifuddin DJ yang akan maju melalui jalur independen. Itu artinya, persaingan  memperebutkan kursi ‘Kukar-1’ bakal benar-benar ketat.

Munculnya duet Ruznie OMS – Saifuddin DJ agaknya cukup menarik perhatian.   Walau  baru muncul,  mereka ini bukan tidak mungkin bisa menjadi  ‘kuda hitam’ yang patut diperhitungkan. Kenapa?  Pasangan  Ruznie OMS – Saifuddin DJ bisa disebut sebagai pasangan kolaborasi antara Kukar pedalaman dan pesisir pantai.  Ruznie dikenal  sosok panutan yang mewakili daerah pedalaman (Kota Bangun, Muara Wis, Muara Kaman, Muara Muntai, Tabang dan sekitarnya), sedang Saifuddin DJ yang Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim itu mewakili masyarakat Kukar pesisir seperti Muara Jawa, Sangasanga, Samboja, Anggana, dan lainnya.

Benarkah Saifuddin maju? “Insyaallah, aku maju ke pencalonan.  Saya maju menjadi wakil,  berpasangan dengan tokoh masyarakat asal  Kota Bangun,   Ruznie OMS sebagai calon bupatinya. Tolong doakan saja, ya,” ucap Saifuddin DJ, sosok yang selama ini memang gigih memperjuangkan agar segera terwujudnya pembentukan Kabupaten Kutai Pesisir  dalam suatu perbincangan dengan  BONGKAR!.

Di bagian lain, H Arsyad melihat,  rakyat Kukar sudah bisa melihat siapa figur-figur yang pantas memimpin Kukar lima tahun ke depan. Tokoh masyarakat Kukar ini pun mengaku  tak ingin pemimpin Kukar nanti yang tergolong cacat moral.  “Sebagai masyarakat, kami sudah tahu dan paham figur-figur yang maju di Pilkada  Kukar,” ujarnya di tempat terpisah.

Arsyad menyatakan, figur  yang memiliki kecacatan moral  akan jauh dari pilihan rakyat.  “Kalau  nanti terjadi semacam politik uang  (money politic) pada pemilihan bupati, rakyat tak akan terpengaruh untuk menentukan pilihannya,”  timpal  Arsyad.

Bahruddin pun melihat ada ada kandidat calon yang tergolong cacat moral.  Tak heran kalau ketua Gepak (Gerakan Pemuda Asli Kalimantan) Kukar itu menyatakan, figur macam ini belum layak menjadi pemimpin. “Cacat moral  di sini adalah  kebobrokan moral, dan  rakyat Kukar sendiri sudah mengetahuinya,” ucap Udin Gepak, sapaannya.

Udin menyebut ada dua nama kandidat yang terlepas dari penilaian kurang sehat. Antara lain Fathan Djoenaidi dan ADB. Fathan yang lahir di Tenggarong, 5 Agustus 1949, dikenalnya sebagai sosok yang  santun dan merakyat. Ia pun sudah mensosialisasikan dirinya di 200 desa dari total 226 desa di Kukar.  Figur ini pun berpengalaman di birokrasi pemerintahan mulai dari  Kasubbag Perekonomian sampai Kepala Bappeda Kukar dan terakhir menjadi Staf Ahli Bupati Kukar.

Lantas sosok ADB adalah mantan Kepala Dinas PU Kaltim. Pria kelahiran Kota Bangun itu pun  pernah menjabat  Pj Bupati Kukar pada 2004.  ADB sekarang menggandeng Saiful Aduar,  politisi PKS, maju ke pencalonan. “Kita lihat saja nanti. Tapi, saya lihat dua kandidat tergolong tidak cacat moral,” ujarnya seperti terkesan dengan figur Fathan dan ADB. * ibnu, fahran, dillah hasbullah

 

Gadai Mobil & Rumah

Calon Bupati Kukar 2010, Fathan Djoenaidi terkesan habis-habisan menghadapi Pilkada Kukar, 1 Mei nanti.

SIAP habis-habisan! Mungkin itu semangat Fathan Djoenaidi,  salah satu kandidat calon Bupati Kukar 2010. Fathan  maju ke pencalonan  dengan memilih jalur independen,  walau belum menentukan pasangan calon wakilnya. Tapi, banyak warga yang merasa kagum atas pengorbanannya selama persiapan menghadapi Pilkada yang dijadwalkan 1 Mei 2010.

“Sosok Fathan  patut kita acungi jempol. Saking semangat dan seriusnya, beliau rela mengorbankan harta bendanya. Setahu saya,  ia sudah  menggadaikan dua unit mobil mewah miliknya, dan uangnya untuk pembiayaan para tim suksesnya  menuju pemenangan Pilkada,” ujar Hamsah, salah satu warga Kukar kepada BONGKAR!

Tak cuma itu.  Ada juga satu unit rumah mewah miliknya yang akan jadi korban.  Saat ini, urai Hamsah,  Fathan tengah menawarkan rumah yang ada di Samarinda masuk ke pegadaian.  Tak heran, kalau masyarakat pendukungnya mengagumi perjuangan Fathan yang seakan siap  habis-habisan  untuk  meramaikan Pilkada Kukar.

Fathan juga terlihat bolak balik ke Jakarta guna melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat dan ke sejumlah partai politik. Belum diketahui apa hasilnya. Tapi,  Fathan sendiri ketika dikonfirmasi BONGKAR! enggan menyebut tentang pengorbanannya, termasuk soal gadai menggadai harta bergerak miliknya itu, kecuali hanya tersenyum.  Ketika disinggung banyak masyarakat yang salut atas perjuangannya, ia mengucapkan terima kasih. “Saya berharap, masyarakat Kukar tidak hanya sekadar salut atas apa yang saya perjuangkan, tapi saya sangat harapkan perjuangan saya ini mendapat dukungan,” ujarnya, tanpa bersedia mengungkap harta bergeraknya yang sudah tergadai.

Ia pun menyilakan  rakyat yang menilai apa yang sudah ia korbankan sepanjang persiapan menghadapi Pilkada. Fathan pun mengaku sangat serius maju ke pencalonan . “Kalau tidak serius lebih baik saya tidak mencalonkan diri,” tandasnya.

Ditanya sudah berapa banyak pites (duit) yang dihabiskan  selama sosialisasi atas pencalonan dirinya? Fathan tidak bersedia merinci.  Ia hanya memberi isyarat dengan kedua tangannya dengan cara membentangkan  kedua tangan. Itu bisa berarti sudah cukup besar dana yang ia alirkan. “Tolong doanya, ya. Mudah-mudahan apa yang saya perjuangkan ini bisa berhasil,” pintanya. *ibnu, fahran

 

 

BONGKAR! Magazine on Facebook

Kutipan

 

 

 Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)

Advs

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini237
mod_vvisit_counterbulan ini1252
mod_vvisit_counterSemua hari186357

Polling Cawali dan wawali Samarinda

Siapa pilihan Anda, calon Walikota dan Wawali Samarinda periode 2010-2015?
 

Edisi Cetak

EDISI 173: 16 Agustus 2010

Khas Kaltim





Cerita Khas Johansyah Balham

Aji Raden Serif

Selengkapnya...

 

Buku membongkar gurita cikeas

Download di sini


Cover Edisi 169














Edisi 169: 19 Juli 2010

Cover Edisi 170














Edisi 170:
26 Juli 2010

Cover Edisi 171














Edisi
171: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 172














Edisi 172: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 173














Edisi 173: 16 Agustus  2010