| Munculnya Pasangan ‘Kuda Hitam’ |
|
|
|
| Rabu, 20 Januari 2010 18:33 | |||
|
PETA politik di Kukar makin memanas saja. Maklum, kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2010 – 2015 sudah mencuat ke publik. Walau pendaftaran para pasangan calon baru dibuka KPUD Kukar, 5 Februari 2009, sudah ada sejumlah kandidat yang memastikan menggandeng pasangan calon guna meramaikan pesta demokrasi Pilkada Kukar, 1 Mei 2010 nanti. Siapa saja mereka itu? H Awang Dharma Bakti (ADB), mantan Kepala Dinas PU Kaltim misalnya, sudah pasti menggandeng politisi PKS yang anggota DPRD Kukar, Saiful Aduar. Lantas Awang Ferdian Hidayat, putra Gubernur Awang Faroek Ishak berpasangan dengan Suko Buono, dan kandidat paling terbaru, Ruznie OMS siap menggandeng H Saifuddin Djumran (DJ) yang anggota DPRD Kaltim itu. Kandidat lainnya seperti Fathan Djoenaidi, Rita Widyasari, H Sugianto, dan Idrus SY belum menentukan pasangan calon. Rita Widyasari sendiri belum menentukan pendampingnya. Pasalnya, terlalu banyak kandidat yang mendaftar dan siap berpasangan dengan Rita yang Ketua DPRD Kukar itu. Tak heran kalau Timses Rita harus kerja keras menyeleksi calon pendampingnya yang benar-benar pas. Celakanya, menjelang pendaftaran pasangan calon ke KPUD Kukar, kubu Rita mulai blingsatan diterpa isu tak menyenangkan. Isu video porno yang mulai menghangat, seolah dijadikan black campaign oleh lawan politiknya. “Itu tidak benar. Saya yakin, ini pasti kerjaan lawan politik saya,” sergah Rita seperti dilansir Tribun Kaltim, 6 Januari 2010. “Itu (black campaign) biasa dalam persfektif politik menjelang Pilkada Kukar 2010. Bohong saja, saya tidak pernah menonton fakta adanya adegan mesum video itu. Yang pasti, sosialisasi tetap jalan terus untuk Bu Rita,” timpal juru bicara Timses Rita, Dedy Sudarya. Ia seakan tak bisa menerima adanya tudingan miring terhadap Rita, satu-satunya kandidat wanita yang akan meramaikan Pilkada Kukar ini. Rita sendiri memastikan maju dengan menupang perahu Golkar, partai yang dipimpinnya di DPD Golkar Kukar. Awang Ferdian – Suko Buono pun melalui jalur Parpol yang siap mengusungnya. . Berbeda dengan dua pasangan calon lainnya ADB -- Saiful Aduar, dan Ruznie OMS -- Saifuddin DJ yang akan maju melalui jalur independen. Itu artinya, persaingan memperebutkan kursi ‘Kukar-1’ bakal benar-benar ketat. Munculnya duet Ruznie OMS – Saifuddin DJ agaknya cukup menarik perhatian. Walau baru muncul, mereka ini bukan tidak mungkin bisa menjadi ‘kuda hitam’ yang patut diperhitungkan. Kenapa? Pasangan Ruznie OMS – Saifuddin DJ bisa disebut sebagai pasangan kolaborasi antara Kukar pedalaman dan pesisir pantai. Ruznie dikenal sosok panutan yang mewakili daerah pedalaman (Kota Bangun, Muara Wis, Muara Kaman, Muara Muntai, Tabang dan sekitarnya), sedang Saifuddin DJ yang Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim itu mewakili masyarakat Kukar pesisir seperti Muara Jawa, Sangasanga, Samboja, Anggana, dan lainnya. Benarkah Saifuddin maju? “Insyaallah, aku maju ke pencalonan. Saya maju menjadi wakil, berpasangan dengan tokoh masyarakat asal Kota Bangun, Ruznie OMS sebagai calon bupatinya. Tolong doakan saja, ya,” ucap Saifuddin DJ, sosok yang selama ini memang gigih memperjuangkan agar segera terwujudnya pembentukan Kabupaten Kutai Pesisir dalam suatu perbincangan dengan BONGKAR!. Di bagian lain, H Arsyad melihat, rakyat Kukar sudah bisa melihat siapa figur-figur yang pantas memimpin Kukar lima tahun ke depan. Tokoh masyarakat Kukar ini pun mengaku tak ingin pemimpin Kukar nanti yang tergolong cacat moral. “Sebagai masyarakat, kami sudah tahu dan paham figur-figur yang maju di Pilkada Kukar,” ujarnya di tempat terpisah. Arsyad menyatakan, figur yang memiliki kecacatan moral akan jauh dari pilihan rakyat. “Kalau nanti terjadi semacam politik uang (money politic) pada pemilihan bupati, rakyat tak akan terpengaruh untuk menentukan pilihannya,” timpal Arsyad. Bahruddin pun melihat ada ada kandidat calon yang tergolong cacat moral. Tak heran kalau ketua Gepak (Gerakan Pemuda Asli Kalimantan) Kukar itu menyatakan, figur macam ini belum layak menjadi pemimpin. “Cacat moral di sini adalah kebobrokan moral, dan rakyat Kukar sendiri sudah mengetahuinya,” ucap Udin Gepak, sapaannya. Udin menyebut ada dua nama kandidat yang terlepas dari penilaian kurang sehat. Antara lain Fathan Djoenaidi dan ADB. Fathan yang lahir di Tenggarong, 5 Agustus 1949, dikenalnya sebagai sosok yang santun dan merakyat. Ia pun sudah mensosialisasikan dirinya di 200 desa dari total 226 desa di Kukar. Figur ini pun berpengalaman di birokrasi pemerintahan mulai dari Kasubbag Perekonomian sampai Kepala Bappeda Kukar dan terakhir menjadi Staf Ahli Bupati Kukar. Lantas sosok ADB adalah mantan Kepala Dinas PU Kaltim. Pria kelahiran Kota Bangun itu pun pernah menjabat Pj Bupati Kukar pada 2004. ADB sekarang menggandeng Saiful Aduar, politisi PKS, maju ke pencalonan. “Kita lihat saja nanti. Tapi, saya lihat dua kandidat tergolong tidak cacat moral,” ujarnya seperti terkesan dengan figur Fathan dan ADB. * ibnu, fahran, dillah hasbullah
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 237 |
![]() | bulan ini | 1252 |
![]() | Semua hari | 186357 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



