| Partai Demokrat Kukar Pecah? |
|
|
|
| Senin, 25 Januari 2010 16:37 | |||
|
Semakin tinggi sebuah pohon, semakin besar angin yang menerpanya. Partai Demokrat Kutai Kartanegara (Kukar) nampaknya tengah mengalaminya. Ketika partai itu tampil sebagai pemenang Pemilu secara nasional pada 2009 lalu, kemelut internal seakan tak terhindarkan di berbagai daerah. Cerita perpecahan dimulai ketika Aji Dendi selaku Sekretaris PD (Partai Demokrat) Kukar diketahui sudah berseberangan dengan Ketua PD Kukar Masli Hasan. Bahkan politisi muda ini disebut-sebut telah menyusun kekuatan basis PAC (Pengurus Anak Cabang) PD di-18 kecamatan daerah yang terkenal kaya raya itu. Padahal, sudah ada PAC bentukan Masli Hasan. ”Karena beliau (Masli Hasan-red) tidak aktif di partai. Jarang ke sekretariat, padahal ini partai dinamis,” kata Aji Dendi kepada BONGKAR! Ia mengakui kalau itu semua membuat hubungannya kurang harmonis dengan ketuanya. Sikap Aji Dendi yang sekarang duduk sebagai anggota DPRD Kukar itu bukan tanpa alasan. Sebab ia termasuk kader partai perintis sebelum muncul Masli Hasan. Aji Dendi awalnya adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kukar, tapi setelah Muscab (musyawarah cabang) tahun 2006, ia yang memegang mandat harus merima kenyataan posisinya tergeser dengan masuknya Masli Hasan. Waktu itu Masli Hasan adalah mantan Sekretaris Daerah Kutai Timur. Sedangkan Aji Dendi dipercayakan menjadi sekretaris. Dalam perjalanannya, hubungan antara Masli Hasan dengan Aji Dendi tidak harmonis, bahkan keduanya terkesan saling menjatuhkan. Sampai kemudian muncul kepengurusan tandingan sebagai sikap menolak kepemimpinan definitif Masli Hasan. “Kepemimpinan Masli Hasan sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kukar seakan dipandang sebelah mata oleh Aji Dendi. Sehingga memunculkan asumsi kalau kebijakan Masli Hasan selaku ketua DPC PD definitif selalu dilangkahi Aji Dendi,” cerita sebuah sumber. Apakah memang sudah ada kepengurusan PAC tandingan? Masli Hasan mengatakan sudah mendengar adanya masalah itu. Namun ia tak mau memastikan dan menyarankan agar wartawan mencek yang sebenarnya. “Kalau memang ada PAC tandingan, tergantung hati nurani kader PD untuk memilih. Saya pribadi membebaskan kader untuk memberikan penilaian soal adanya PAC tandingan di luar kepengurusan PD Kukar yang saya pimpin,” kata Masli Hasan. Ia mengakui hubungannya dengan sekretaris partai itu agak renggang sejak awal 2009. Dihubungi secara terpisah, Aji Dendi tidak menampik dikatakan hubungannya dengan Ketua PD Kukar tidak harmonis. Mengapa terjadi seperti itu? Ini disebabkan Masli Hasan yang berdomisili di Sempaja Samarinda kurang begitu aktif memimpin PD Kukar. “Kader-kader PD kesulitan untuk berurusan dengan ketua, karena dia (Masli Hasan-red) jarang ke sekretariat. Termasuk untuk berkoordinasi berbagai hal mengenai partai,” kata Aji Dendi. Disinggung soal PAC PD tandingan yang dibentuknya, Aji Dendi mengaku bahwa sebenarnya bukanlah tandingan karena kepengurusan PAC-PAC di Kukar, tetap memakai komposisi pengurus yang lama. Yaitu komposisi PAC ketika ia dimandatkan sebagai Ketua DPC PD Kukar. “Menurut saya, itu bukan PAC tandingan. Karena saya ketika dimandatkan selaku Ketua DPC PD telah memiliki PAC di tingkat kecamatan. Apakah itu yang disebut PAC tandingan? Sedangkan setelah muscab, tidak pernah saya bentuk PAC baru,” sebutnya. Pihak Masli Hasan sendiri memang sudah memiliki struktur pengurus PAC versinya. Ditanya, apakah Aji Dendi menganggap Masli Hasan bukan Ketua DPC PD Kukar yang definitif? Aji Dendi mengaku tidak sejauh itu bersikap, tetapi ia hanya menyesalkan tentang ketidakaktifan Masli selaku ketua. Sikap menyayangkan itulah yang kini ia tampakkan kepada Masli Hasan. Sementara itu, Wakil Ketua DPD PD Kaltim Rahmadi Kasim yang dikonfirmasi BONGKAR! pada 8 Januari 2010 membenarkan adanya ketidakharmonisan pengurus DPC PD Kukar. Rahmadi juga meminta kepada DPC PD Kukar untuk segera melakukan konsolidasi, pembenahan di tubuh DPC PD Kukar. Ini dimaksudkan untuk menghadapi Pilkada yang sebentar lagi digelar di Kukar. “Saya berharap persoalan internal partai ini bisa segera selesai, makanya dalam waktu dekat permasalahan ini akan kita bahas bersama,” kata Rahmadi. Mengenai terbentuknya PAC-PAC tandingan di tingkat kecamatan, Rahmadi belum mendapat kepastian informasi itu. “Saya pikir itu tidak benar, karena SK pembentukannya harus melalui DPD. Setahu saya PAC yang terbentuk di tingkat kecamatan baru 14 PAC dan semuanya masih solid. Jadi saya pikir tidak tepat kalau PD Kukar dikatakan pecah,” ucap Rahmadi mengklarifikasi. *ibnu, fahran
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 217 |
![]() | bulan ini | 1232 |
![]() | Semua hari | 186336 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



