Majalah Bongkar Edisi Web Site

Wednesday
Sep 08th
Home Berita Prespektif Berkat Gemblengan Hidup Mandiri
Berkat Gemblengan Hidup Mandiri PDF Cetak E-mail
Kamis, 03 Desember 2009 19:18

Prinsip hidup telah membawanya menjadi wanita yang tergolong sukses.
Pendidikan agaknya cukup menentukan dengan  kualitas pergaulan seseorang. Pandangan ini  yang dipegang Mulyati, dosen Fekon (Fakultas Ekonomi) Universitas Mulawarman, Samarinda.

Walau terlahir dari keluarga sederhana, anak sulung dari empat bersaudara  itu gigih memperjuangkan pendidikannya sampai ke  perguruan tinggi. Bahkan,  ia pun memperoleh beasiswa S2 ke Wagenngen University, jurusan Development Stady di Belanda.

Bercerita sejarah hidupnya, Mulyati yang kelahiran Jombang, Jatim, itu  datang ke Kaltim bersama orangtua dan tiga adiknya.  Ayahnya sendiri lebih duluan ke Kaltim. Berwirausaha dengan membuat tahu.  Lantas tahun 1974, ayah Mulyati merasa siap memboyong semua keluarganya untuk tinggal menetap di Handil, Kutai Kartanegara.

Alhasil, Mulyati pun bisa menuntaskan S1 di Unmul Samarinda pada tahun  2000. “Setelah lulus Unmul,  saya juga sempat melanglang buana mencari kerja. Akhirnya ada tawaran menjadi dosen di sini sampai sekarang. Dan, Alhamdulillah, saya  juga  sudah menjadi pegawai negeri,” urai Mulyati  dalam suatu perbincangan dengan BONGKAR!.

Hari-hari Mulyati memang banyak dihabiskannya di kampus. Selain mengajar, ia juga melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Walau terbilang sibuk, ibu satu anak ini tetap tak pernah melupakan kodratnya sebagai ibu sekaligus istri dari seorang suami bernama Zakky.

Mulyati tidak menampik,  kemampuannya berbahasa Inggris membuatnya  lebih mudah bergaul. Bahkan,  mudah mendapat kesempatan dibanding yang lain. “Makanya, walau pun saya ini lulusan fakultas ekonomi, tapi saya juga mengajar bahasa Inggris,”  katanya sambil tersenyum.

Di bagian lain, gemblengan untuk selalu hidup mandiri  dari orang tuanya menjadi faktor kuat hingga ia jadi wanita tangguh seperti sekarang. Posisinya sebagai anak sulung mendudukkannya sebagai  tauladan sekaligus tempat curhat tiga adiknya. “Sampai sekarang  kami masih sering bertukar pikiran,  dan adik-adik saya masih sering bertanya,” ungkap Mulyati yang menikah sejak tahun 1999 ini.

Mengenang sedikit pengalamannya selama menimba ilmu di negeri Kincir Angin, Mulyati mengaku sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan itu.   “Di Belanda, saya banyak dapat pelajaran dan pengalaman baru. Awalnya,  sangat sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan. Maklum,  banyaknya perbedaan budaya dan kebiasaan. Tapi, lingkungan  di sana juga mengharuskan kita bisa berpacu lebih keras,”  cerita Mulyati yang melanjutkan S2  tahun 2006 lalu.
Wanita ini menyadari, prinsip hidupnya  sendiri  yang berhail menggiringnya sampai bisa dibilang sukses seperti sekarang. Mengenyam pendidikan hingga tingkat yang ia raih terbukti mampu membawanya pada tingkat pergaulan yang berkualitas. “Pendidikan nyata sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan kita dan pergaulan kita dengan dunia luar. Ini juga yang membuat saya masih menyimpan keinginan untuk melanjutkan sekolanya ke luar negeri,” ungkapnya agak berbinar-binar.

Namun, ada pesan bijak yang ia ungkap bagi  kaum hawa.  “Sebagai perempuan hendaknya selalu mengutamakan keluarga, karena semua bermula dari sana. Terlebih menyangkut pergaulan anak kita,  semuanya  tergantung   bagaiman cara kita mendidiknya di rumah,” pesannya seraya menambahkan bahwa keinginannya untuk memberikan sesuatu yang lebih bagi dunia akan sangat berarti baginya.  “Semua itu tak harus dilakukan dengan berkarir. Kita juga  bisa lakukan melalui pergaulan dengan sesama, atau dengan tetangga di sekitar kita.” Sukses, Bu Mulyati. *yon ntebua

 

Biodata :

Nama                     :    Mulyati, SE, M.Sc
Alamat                   :    Jl.Jakarta Perum.Daksa Blok B 5 No. 19, Loa Bakung,.Samarinda.
Pekerjaan               :    - Dosen Fekon Unmul, Samarinda.
- Peneliti
Status                   :    Menikah
Suami                    :    Zakky (swasta)
Anak                     :    Toshi (7 tahun)

 

 

BONGKAR! Magazine on Facebook

Kutipan

 

 

 Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)

Advs

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini160
mod_vvisit_counterbulan ini2420
mod_vvisit_counterSemua hari187524

Polling Cawali dan wawali Samarinda

Siapa pilihan Anda, calon Walikota dan Wawali Samarinda periode 2010-2015?
 

Edisi Cetak

EDISI 173: 16 Agustus 2010

Khas Kaltim





Cerita Khas Johansyah Balham

Aji Raden Serif

Selengkapnya...

 

Buku membongkar gurita cikeas

Download di sini


Cover Edisi 169














Edisi 169: 19 Juli 2010

Cover Edisi 170














Edisi 170:
26 Juli 2010

Cover Edisi 171














Edisi
171: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 172














Edisi 172: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 173














Edisi 173: 16 Agustus  2010