| Tak Berhenti Berpolitik |
|
|
|
| Jumat, 22 Januari 2010 17:43 | |||
|
Namun gangguan psikis seperti itu tak berlaku bagi mantan anggota legislatif, yang sudah puluhan tahun mengabdikan dirinya menjadi wakil rakyat ini. Usia boleh menua, tapi semangat terus menyala. Demikian aura yang terpancar dari seorang Eka Komariah Kuncoro atau lebih akrab disapa Bu Kom. Saat ini ia memang tak lagi duduk di kursi legislatif. Namun bukan berarti karir politiknya terhenti sampai disitu. Sarjana Kehutanan lulusan tahun 1974 Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Master Penyuluhan Kehutanan lulusan Tahun 1984 Washington State University (WSU) di Amerika Serikat ini terus mengaktualisasikan dirinya pada sebuah organisasi wanita yang dikenal dengan ODAH ETAM P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kalimantan Timur. Bahkan dengan tegas dan terang-terangan isteri Iman Kuncoro ini bertekad akan terus berkarir di panggung politik selama kesempatan itu masih ada. Lantas, apa saja dan bagaimana ibu tiga anak ini mengisi hari-harinya pasca lengsernya ia dari kursi legislatif? Secara khusus BONGKAR! bertandang ke kantornya di Jalan Salak, Samarinda untuk mengorek langsung kiprah apa saja yang kini dilakoninya. Demikian petikan wawancara Iyon Ntebua, dari BONGKAR! dengan politisi yang namanya cukup diperhitungkan di jagad politik Kaltim. Apa kesibukan Ibu sekarang? Melayani. Sejak dulu saya sangat konsen terhadap masalah yang berkaitan dengan perempuan. Jadi sekarang saya bergabung di sebuah lembaga yang membidangi pelayanan terhadap perempuan dan anak yaitu ODAH ETAM. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kalimantan Timur. Selain itu, menjadi penasehat di Dewan Pendidikan Kalimatan Timur. Disana banyak mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari anggaran sampai dengan pengawasannya di lapangan. Karir politik Ibu? Dalam politik tidak ada batasan umur. Selagi kita masih mampu dan diberikan kepercayaan, kenapa tidak? Dan kalau saya melihat masih ada peluang, saya akan kembali terjun ke dunia politik. Apalagi saya merasa masih banyak yang perlu diperjuangan. Salah satu caranya adalah kita bergabung di dalamnya. Soal jabatan yang sekarang dengan sebelumnya; bukankah lumayan jauh berbeda. Apa tidak kena post power syndrome? Sebenarnya beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan yang berkaitan dengan itu. Tapi semuanya saya jawab, tergantung bagaimana kita melihat dan menjalaninya. Buat saya, semua itu merupakan bentuk pengabdian kita yang tujuannya adalah melayani masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada kita. Motto yang selalu saya pegang teguh adalah dimanapun dan dibidang apapun kita bekerja, berikan yang terbaik. Apa saja yang bisa Anda perbuat di P2TP2A? Semua program kerja di P2TP2A disesuaikan dan sejalan dengan visi dan misi dari pusat, dalam hal ini Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia. Masih sangat kurang. Bisa kita lihat dengan masih sedikinya perempuan yang menjadi ketua atau pimpinan di berbagai macam lembaga, perkumpulan atau bahkan di instansi pemerintahan. Padahal, pemerintah sendiri sudah memberikan kebesasan dan bahkan syarat atau kuota untuk perempuan di segala bidang. Tapi menurut saya sampai saat ini masih kurang.
Berbicara tentang generasi muda, bagaimana pandangan Anda tentang pergaulan bebas di Kaltim?
Tips Anda untuk para orang tua? Yang terpenting adalah keterbukaan. Komunikasi itu sangat penting, semuanya harus di lakukan dengan kasih sayang dan jangan lupa mendasari semunya dengan pendidikan agama. Saya selalu menyimpan nomor handphone dari teman-teman anak saya. Bagi saya itu sangat perlu untuk mengontrol pergaulan mereka.
Kiranya semua betul-betul bisa mengaktualisasikan dirinya semaksimal mungkin.
Biodata:Nama : Hj Ir Eka Komariah Kuncoro Lahir : 1947 Suami : Iman Kuncoro Anak : (1) Dewi Rosa Kuntari,ST.MT(1976) (2) Deasy Kartika Rahayu,ST,MT(1980) (3) Nadia Tri Handayani, SKg (1984) Pendidikan : Lulus tahun 1974 Institut Pertanian Bogor (IPB), Sarjana Kehutanan. Lulus tahun 1984 Master Penyuluhan Kehutanan, Washington State University (WSU) di Amerika Serikat. Karir: Tahun 1971-1974 asisten dosen luar biasa di Fakultas Kehutanan IPB serta guru bantu di SMP dan SMA Darmaga. Selama 1973-2000 dosen di Fakultas Kehutanan UNMUL. Tahun 1987-1999 menjadi anggota DPRD Kaltim dari GOLKAR. Tahun 1999-2003 menjadi anggota DPR/MPR RI dari Partai Golkar.. Tahun 2004-2009 menjadi anggota DPD/MPR RI sebagai wakil daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Timur.
|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 268 |
![]() | bulan ini | 2819 |
![]() | Semua hari | 187923 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



