Majalah Bongkar Edisi Web Site

Thursday
Sep 09th
Home Berita Prespektif Tak Berhenti Berpolitik
Tak Berhenti Berpolitik PDF Cetak E-mail
Jumat, 22 Januari 2010 17:43

Bagi sebagian orang, tak mudah menjalani lengser dari sebuah jabatan yang sudah diemban selama puluhan tahun. Bahkan, tak jarang mereka terserang post power syndrome.  Kekuasaan dianggap sangat berharga, sehingga kala tak lagi menjabat dan berkuasa, merasa diri tidak berharga.

Namun gangguan psikis seperti itu tak berlaku bagi mantan anggota legislatif, yang sudah puluhan tahun mengabdikan dirinya menjadi wakil rakyat ini. Usia boleh menua, tapi semangat terus menyala. Demikian aura yang terpancar dari seorang Eka Komariah Kuncoro atau lebih akrab disapa Bu Kom.

Saat ini ia memang tak lagi duduk di kursi legislatif. Namun bukan berarti karir politiknya terhenti sampai disitu. Sarjana Kehutanan lulusan tahun 1974 Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Master Penyuluhan Kehutanan lulusan Tahun 1984 Washington State University (WSU) di Amerika Serikat ini terus mengaktualisasikan dirinya pada sebuah organisasi wanita yang dikenal dengan ODAH ETAM P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kalimantan Timur. Bahkan dengan tegas dan terang-terangan isteri Iman Kuncoro ini bertekad akan terus berkarir di panggung politik selama kesempatan itu masih ada.

Lantas, apa saja dan bagaimana ibu tiga anak ini mengisi hari-harinya pasca lengsernya ia dari kursi legislatif?  Secara khusus BONGKAR! bertandang ke kantornya di Jalan Salak, Samarinda untuk mengorek langsung kiprah apa saja yang kini dilakoninya. Demikian petikan wawancara Iyon Ntebua, dari BONGKAR! dengan politisi yang namanya cukup diperhitungkan di jagad politik Kaltim.

Apa kesibukan Ibu sekarang?

Melayani. Sejak dulu saya sangat konsen terhadap masalah yang berkaitan dengan perempuan. Jadi sekarang saya bergabung di sebuah lembaga yang membidangi pelayanan terhadap perempuan dan anak yaitu ODAH ETAM. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kalimantan Timur. Selain itu, menjadi penasehat di Dewan Pendidikan Kalimatan Timur. Disana banyak mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari anggaran sampai dengan pengawasannya di lapangan.

Karir politik Ibu?

Dalam politik tidak ada batasan umur. Selagi kita masih mampu dan diberikan kepercayaan, kenapa tidak? Dan kalau saya melihat masih ada peluang, saya akan kembali terjun ke dunia politik. Apalagi saya merasa masih banyak yang perlu diperjuangan. Salah satu caranya adalah kita bergabung di dalamnya.

Soal jabatan yang sekarang dengan sebelumnya; bukankah lumayan jauh berbeda. Apa tidak kena post power syndrome?

Sebenarnya beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan yang berkaitan dengan itu. Tapi semuanya saya jawab, tergantung bagaimana kita melihat dan menjalaninya. Buat saya, semua itu merupakan bentuk pengabdian kita yang tujuannya adalah melayani masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada kita. Motto yang selalu saya pegang teguh adalah dimanapun dan dibidang apapun kita bekerja, berikan yang terbaik.

Apa saja yang bisa Anda perbuat di P2TP2A?

Semua program kerja di P2TP2A  disesuaikan dan sejalan dengan visi dan misi dari pusat, dalam hal ini Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia.
Misalnya, menangani masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perdagangan perempuan dan anak dan berbagai permasalahan terkait dengan itu. Ini semua kita lakukan biasanya bekerjasama dengan LSM yang bergerak di bidang yang sesuai dengan program kerja kita. Saat ini, kita sedang menangani beberapa kasus yang berkaitan dengan KDRT yang terjadi di Samarinda dan sekitarnya.
Pandangan Anda tentang kiprah perempuan Kaltim dalam banyak bidang?

Masih sangat kurang. Bisa kita lihat dengan masih sedikinya perempuan yang menjadi ketua atau pimpinan di berbagai macam lembaga, perkumpulan atau bahkan di instansi pemerintahan. Padahal, pemerintah sendiri sudah memberikan kebesasan dan bahkan syarat atau kuota untuk perempuan di segala bidang. Tapi menurut saya sampai saat ini masih kurang.


Penyebabnya?


Ada beberapa hal yang mempengaruhi baik dari perempuan itu sendiri maupun dari luar. Diantaranya, starting point yang lebih terlambat dari pada kaum laki-laki, secara kultural, laki-laki lebih dipercaya untuk menjadi pemimpin, kadang-kadang sebagian besar perempuan itu belum siap sepenuhnya, dalam hal ini lebih pada kesiapan mental.

Berbicara tentang generasi muda, bagaimana pandangan Anda tentang pergaulan bebas di Kaltim?


Sangat mengerikan. Bahkan data yang pernah saya baca berdasarkan penelitian sebuah lembaga independent di Samarinda, khususnya tingkat pergaulan bebas sangat tinggi.
Ini dipengaruhi banyak faktor. Misalnya, akses dari komunikasi yang sangat terbuka, kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak dan pengaruh dari teman yang salah bergaul.

Tips Anda untuk para orang tua?

Yang terpenting adalah keterbukaan. Komunikasi itu sangat penting, semuanya harus di lakukan dengan kasih sayang dan jangan lupa mendasari semunya dengan pendidikan agama. Saya selalu menyimpan nomor handphone dari teman-teman anak saya. Bagi saya itu sangat perlu untuk mengontrol pergaulan mereka.


Apa pesan dan harapan ibu untuk perempuan ?

Kiranya semua betul-betul bisa mengaktualisasikan dirinya semaksimal mungkin.

 

Biodata:

Nama : Hj Ir Eka Komariah Kuncoro

Lahir : 1947

Suami : Iman Kuncoro

Anak : (1) Dewi Rosa Kuntari,ST.MT(1976)

(2) Deasy Kartika Rahayu,ST,MT(1980)

(3) Nadia Tri Handayani, SKg (1984)

Pendidikan :

Lulus tahun 1974 Institut Pertanian Bogor (IPB), Sarjana Kehutanan.

Lulus tahun 1984 Master Penyuluhan Kehutanan, Washington State University (WSU) di Amerika Serikat.

Karir:

Tahun 1971-1974 asisten dosen luar biasa di Fakultas Kehutanan IPB serta guru bantu di SMP dan SMA Darmaga.

Selama 1973-2000 dosen di Fakultas Kehutanan UNMUL.

Tahun 1987-1999 menjadi anggota DPRD Kaltim dari GOLKAR.

Tahun 1999-2003 menjadi anggota DPR/MPR RI dari Partai Golkar..

Tahun 2004-2009 menjadi anggota DPD/MPR RI sebagai wakil daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Timur.

 

 

BONGKAR! Magazine on Facebook

Kutipan

 

 

 Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)

Advs

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini268
mod_vvisit_counterbulan ini2819
mod_vvisit_counterSemua hari187923

Polling Cawali dan wawali Samarinda

Siapa pilihan Anda, calon Walikota dan Wawali Samarinda periode 2010-2015?
 

Edisi Cetak

EDISI 173: 16 Agustus 2010

Khas Kaltim





Cerita Khas Johansyah Balham

Aji Raden Serif

Selengkapnya...

 

Buku membongkar gurita cikeas

Download di sini


Cover Edisi 169














Edisi 169: 19 Juli 2010

Cover Edisi 170














Edisi 170:
26 Juli 2010

Cover Edisi 171














Edisi
171: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 172














Edisi 172: 2 Agustus 2010

Cover Edisi 173














Edisi 173: 16 Agustus  2010