| Benahi DPRD Generasi Ketiga | Array Cetak Array |
| Selasa, 29 September 2009 11:51 | |||
|
SEBUAH lembaga dewan seringkali menjadi sorotan masyarakat. Terlebih ketika lembaga itu cenderung tidak punya greget dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Bagaimana DPRD Nunukan periode 2009 – 2014 yang telah memulai kerjanya sejak akhir Agustus 2009 lalu itu? Ketua DPRD Nardi Azis sendiri berjanji untuk meningkatkan kinerja lembaga yang dipimpimnya. Bersama-sama dengan 24 anggota lainnya ia mengajak untuk menjadi ’pelayan’ masyarakat, karena sesungguhnya mereka bisa mendapat kursi legislatif lantaran diberikan amanah oleh rakyat. ”Langkah pertama yang saya lakukan adalah membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin datang menemui kami. Apapun keperluan masyarakat itu tidak boleh disepelekan,” tutur Nardi yang berasal dari Partai Bulan Bintang (PBB) dan menjadi pemenang Pemilu itu. Nardi berjanji tidak menjadikan parlemen sebagai lembaga yang eksklusif, di mana rakyat menjadi sungkan untuk datang menyampaikan aspirasi. ”Walaupun partai kami adalah pemenang pemilu, setelah duduk di legislatif kami bukan lagi hanya sebagai wakil dari partai tapi menjadi wakil rakyat seluruh Nunukan. Kami tak boleh membeda-bedakan,” ujarnya. Partainya untuk periode 2009-2014 menempatkan 10 dari 25 kursi di DPRD Nunukan. Anggota DPRD lainnya, Muhammad Saleh, setuju pada periode ini perlu mewujudkan kinerja yang lebih baik. Sebagai anggota parlemen generasi ketiga sejak berdirinya kabupaten Nunukan tahun 1999 silam, sudah sepatutnya parlemen lebih baik secara kualitasnya. ”Saya kira harus mengoptimalkan dan menjamin terlaksananya tiga fungsi DPRD secara transparan dan bertanggungjawab terhadap penyelengaraan pemerintahan daerah,” ujar Muhamad Saleh yang kini menjadi wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN). Fungsi-fungsi DPRD yang dimaksudkan adalah fungsi pengawasan, legislasi dan anggaran. Seperti halnya partai-partai lain yang memiliki garis perjuangan, menurut Saleh, partainya juga mengemban misi yang wajib diperjuangkan oleh semua kadernya yang duduk di legislatif. Perjuangan PAN itu adalah konsisten mengambil bagian memperjuangkan terwujudnya Indonesia Baru yang menjunjung tinggi dan menegakkan nilai-nilai iman & taqwa, kedaulatan rakyat, keadilan dan kesejahteraan sosial. Salah seorang tokoh masyarakat di Pulau Sabatik, Haji Herman, menaruh harapan besar dengan DPRD generasi ketiga ini. ”Saya sangat berharap dengan hadirnya wajah-wajah baru di DPRD Kabupaten Nunukan akan membawa suasana baru pula dalam artian yang sangat positif,” ujar Herman kepada BONGKAR! via jejaring sosial facebook. Harapan rakyat itu, kata Herman, agar anggota dewan bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat. ”Kalau boleh tinggalkan kepentingan pribadi dan partai demi kepentingan Masyarakat,” ujarnya seraya mengingatkan agar pekerjaan dari anggota lama yang belum selesai juga patut diselesaikan. Anggota DPRD, menurutnya, juga wajib menjadi penyeimbang pemerintah agar tidak pincang. ”Saya pribadi sangat yakin dengan kinerja DPRD yang baru ini karena diisi oleh orang-orang yang berkompeten dan memiliki basis yang mapan,” ujarnya. Ia mengingatkan agar anggota dewan tidak melakukan kesalahan yang bisa mencoreng nama baik DPRD Kabupaten Nunukan. ”Jangan sampai dicap kacang lupa kulitnya oleh masyarakat. Jadi rajin-rajinlah bersilaturrahmi dengan masyarakat, walau masyarakat itu bukan bagian dari yang memilih. Karena terkadang ada juga anggota DPRD setelah terpilih, yang dia datangi hanya masyarakat yang memilihnya dan yang tidak itu dicuekin,” ujarnya.*yusup palimbongan, ch siahaan, advertorial
|
Kekuatan yang sesungguhnya tidak datang karena yang kita miliki, tetapi datang dari yang kita lakukan. (Mario Teguh)








![]() | Hari ini | 223 |
![]() | bulan ini | 2774 |
![]() | Semua hari | 187878 |
| Home |
| Berita |
| Daerah |
| Parlementaria |
| Opini |
| Advertorial |
| Khas Kaltim |
| Redaksi |
| ITe I Inf Tekno |
EDISI 173: 16 Agustus 2010



